LIPI: Negara Jadi Topeng Kekerasan di Papua

 
 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai negara menjadi ancaman bagi masyarakat Papua. Karena selama ini menjadi aktor utama kekerasan dan intimidasi terhadap rakyat Papua.

Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak terima dengan perlakuan itu dan bersikap keras melakukan perlawanan. "Selama negara menjadi topeng kekerasan, selama itu pula rakyat Papua melakukan perlawanan, " jelas Peneliti LIPI, Muridan, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, di Jakarta, Selasa (15/11).

Pengalamannya selama sekitar sepuluh hari di Papua membuktikan, selama di hotel menginap, dan membuat catatan-catatan, dirinya dikawal lima orang aparat intelijen yang selalu ingin mengetahui apa saja yang dilakukannya.

Belum lagi pantauan pemuda atau masyarakat papua, menurutnya, tidak jauh berbeda. Pengawalan dan pengintaian dilakukan terlalu ketat sehingga masyarakat merasa terintimidasi.

Muridan sendiri menceritakan bagaimana kongres di Abhepura terjadi. Pada mulanya menginginkan untuk mengadakan kongres di gedung lain, namun karena tidak bisa, akhirnya kongres dilaksanakan di sebuah gedung dekat dengan markas Komando Resort Militer (Korem).

"Petugas Korem kemudian mengalami kemudahan untuk memantau aktifitas kongres, " jelas Muridan.

Kongres tersebut tidak dilaksanakan dengan aksi kekerasan. Isinya hanyalah dialog, namun kemudian aparat dari TNI-Polri bersikap brutal terhadap mereka. Muridan menyatakan hal ini akan semakin membuat masyarakat tertekan dan akan semakin semangat melakukan perlawanan. "Ini harus dihentikan, " katanya menegaskan.

Republika, 15 November 2011

Sivitas Terkait : Muridan Satrio Widjojo

Diakses : 1320