LIPI Nilai Jakarta Masih Layak Jadi Ibukota

 
 

Kota megapolitan Jakarta sampai saat ini masih layak sebagai ibukota untuk Indonesia, meskipun sejumlah permasalahan menumpuk. Hal berat yang dihadapi adalah menurunnya kualitas lingkungan dan kerawanan sosial.

Jakarta masih layak asalkan dapat memenuhi empat empat syarat, yakni keadilan terhadap lingkungan dan sosial, pemenuhan akan kebutuhan pangan, air dan energ, kata Direktur Center for Interdiciplinary and Advanced Research (ICIAR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Jan Sopaheluwakan dalam .

Dua hal lainnya adalah adanya konstruksi sosial dan ekonomi yang sehat dan terakhir, adalah pembenahan tata ruang. Salah satu masalah kota Jakarta yang paling menonjol adalah menurunnya permukaan tanah yang cukup signifikan , ungkapnya. Dia menekankan bahwa permasalahan ini dapat berpotensi lebih buruk, yang dapat menenggelamkan ibukota negara ini.

Ditegaskannya, Jakarta benar-benar harus berhadapan dengan masalah yang berkaitan dengan kerawanan sosial, resiko bencana, krisis dan perubahan iklim. Menurunnya permukaan tanah Jakarta, banjir, merupakan salah satu dari kontribusi tidak terintegrasinya pembangunan Jakarta.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keprihatinan mengenai berbagai kerusakan di kota Jakarta sudah menjadi bagian dari perhatian masyarakat, tambahnya.

CARI MODEL

Untuk membahas hal itu, pihaknya akan mengadakan pertemuan untuk mencari model dan roadmap pembangunan di kawasan yang menghubungkan daerah perkotaan dan pesisir.

Kepala LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa ICIAR-LIPI bekerjasama dengan United Nation University, Bonn, Jerman, memfasilitasi diselenggarakannya pertemuan guna memikirkan membangun pusat keunggulan di Asia Tenggara untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta.

Kegiatan ini memiliki serangkaian acara, salah satunya adalah Scientific Workshop dengan tema Development Pathways for Urban and Rural Coastal Zones , jelasnya. (winoto/us)
Sumber : Pos Kota, 12 Juli 2012

Sivitas Terkait : Jan Sopaheluwakan

Diakses : 1098