LIPI: Pemerintah Harus Beri Insentif Industri Terapkan Riset

 
 
WE Online, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengusulkan agar pemerintah memberi insentif berupa pengurangan pajak bagi industri yang menerapkan riset dalam kegiatan operasionalnya.

"Untuk meningkatkan daya saing bangsa, sudah seharusnya paradigma inovasi diubah dengan menggunakan pendekatan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek), " ujar Kepala LIPI, Prof Iskandar Zulkarnain di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Selain memberikan insentif berupa pengurangan pajak bagi industri yang menerapkan Iptek, menurut dia perlu adanya sanksi bagi industri yang tidak menerapkannya. Hingga saat ini, sangat sedikit perusahaan yang menggunakan dananya untuk riset. Idealnya industri mengalokasikan satu persen dari total penjualannya setiap tahun.

Tapi sayangnya, rata-rata alokasi anggaran untuk riset hanya 0,04 persen. "Paling banyak yang mengalokasikan dana besar untuk riset adalah industri farmasi. " Ke depan, sambung dia, perlu ada kerja sama antara peneliti dan industri, sehingga hasil riset tidak hanya sekedar menjadi teori saja.

"Banyak hasil riset dari peneliti kita, yang sebenarnya mempunyai nilai jual. Tapi karena kurang dipublikasikan, maka industri pun banyak yang tidak tahu, " jelas dia.

Kerja sama antara industri dengan lembaga penelitian dan pengembangan, lanjut dia, bisa menjadi jalan keluar untuk menghemat anggaran riset industri. LIPI akan memberikan penghargaan kepada industri yang menerapkan Iptek pada Agustus mendatang.

LIPI juga menggelar konferensi internasional "Asian Association of Learning, Innovation and Co-evolution Studies (ASIALICS) ke-12 dan Forum Nasional Iptek dan Inovasi (Iptekin) ke-5 di Yogyakarta, 15 hingga 17 September. (Ant)

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi
Sumber : Wartaekonomi.co.id, 29 April 2015

Sivitas Terkait : Trina Fizzanty

Diakses : 537