LIPI Sebagai Pusat Repositori Ilmiah Miliki Peran Penting Dalam Pengembangan Produk Pengetahuan

 
 
Sebagai pusat repositori ilmiah nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki peran penting dalam mengelola pengetahuan di Indonesia mulai dari akuisisi, pemrosesan, penyimpanan hingga penyebaran informasi ilmiah. “Pengembangan produk pengetahuan adalah salah satu teknik untuk menyebarluaskan isi repositori ke publik,” ujar Kepala LIPI pada pembukaan “International Conference on Documentation and Information: Product Knowledge Development and Information Center”, pada hari Rabu (19/09), di Auditorium Utama LIPI.
 
Handoko mengatakan LIPI saat ini telah menghasilkan berbagai bentuk produk pengetahuan seperti jurnal dan database dan turunannya seperti komik, animasi, dan infografis. “Untuk alasan ini, perlu dikembangkan strategi untuk mengelola, mensosialisasikan dan memasarkan produk-produk pengetahuan tersebut agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterima, digunakan dan diterapkan oleh berbagai target pengguna,” jelas Handoko.
 
Produk-produk pengetahuan berfungsi sebagai “jembatan” untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan. Produk Pengetahuan itu sendiri adalah output nyata seperti publikasi, database dan instrumen untuk menangkap pengetahuan. Produk pengetahuan juga termasuk turunan yang lebih praktis seperti multimedia, komik, animasi, infografis, dan sebagainya.
 
Menurut Handoko LIPI juga menawarkan kolaborasi penelitian dan pertukaran pengetahuan untuk mendukung pengembangan dokumentasi dan informasi khususnya di bidang produk pengetahuan di Indonesia.
 
Mego Pinandito, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI menambahkan produk pengetahuan dalam penelitian perlu dikemas dengan cara yang mudah diterapkan, sementara pengguna perlu “diyakinkan” untuk memahami pengetahuan sebagai alat praktis yang dapat diterapkan di bidangnya. “LIPI sebagai lembaga penelitian mempunyai tanggung jawab memberikan informasi data penelitian yang merupakan keluaran dari produk penelitian atau knowledge product,”ujar Mego.
 
Lebih lanjut Mego menjelaskan bahwa muatan dalam produk pengetahuan harus bersifat komprehensif, sehingga hasil penelitian dapat lebih mudah dimengerti dan lebih praktis untuk pengguna yang membutuhkan informasi yang lebih spesifik. (dnh)


 

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.
Diakses : 326