LIPI Sediakan Teknologi untuk Ekonomi Kreatif

 
 
BANDUNG - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi dengan riset-riset terkait teknologi tepat guna.

Demikian di katakan kepala deputi bidang ilmu pengetahuan teknik LIPI, Laksana Tri Handoko di sela-sela acara Science and Techonology Festival di Bandung, Jawa Barat (5/10).

Menurut dia, perkembangan industri kreatif saat itu perlu diarahkan pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi yang dinilai memiliki kemampuan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dan mampu menciptakan peluang lapangan ekonomi baru. Ekonomi kreatif berbasis teknologi akan mampu menciptakan peluang lapangan ekonomi baru, kata Tri Handoko.

Selama ini, lanjut dia, pengembangan ekonomi kreatif lebih bayak pada sektor-sektor seperti kuliner, dan seni yang dinilai memiliki bayak hambatan dalam pengembangan jangka panjang. Ekonomi kreatif berbasis teknologi memiliki life time yang lebih panjang, tambahnya.

Sejumlah negara maju, lanjut Tri Handoko dinilai sukses mengembangkan ekonomi kreatif berbasis teknologi. Di antaranya Amerika dan Tionghoa. Di Indonesia sendiri, potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis teknologi sangat besar. Terlebih saat ini, dengan banyaknya startup yang memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan.

LIPI sendiri, mulai membangun kemitraan dengan badan ekonomi kreatif. Rencananya mulai tahun depan, kerja sama tersebut mulai dilakukan. Dimana LIPI menjadi bagian dari penyedia sistem teknologi yang diperlukan dalam pengembangan kegiatan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Sementara itu, dalam acara science and techology festival 2015 yang berlangsung mulai Senin (5/10) hingga Rabu (7/10) diikuti lebih dari 300 peneliti, akademisi dan praktisi dari dalam maupun dari luar negeri. Ada enam bidang yang dibahas dan menjadi fokus dalam konfrensi tersebut yakni fisika, elektronika, kimia, telekomunikasi, radar, mekatronika dan teknologi tepat guna.

Ketua panitia science and technology festival 2015, Nino Rinaldi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah informasi terkait perkembangan ilmu pengetahuan teknik kekinian serta menciptakan kolaborasi atau kerjasama riset dengan peneliti atau akademisi dari negara lainnnya. Output kami adalah adanya kolaborasi yang bersifat global, katanya.
Sumber : Koran Jakarta, 7 Oktober 2015

Sivitas Terkait : Laksana Tri Handoko

Diakses : 3291