LIPI Susun Strategi Pengembangan Iptek 2015 - 2019

 
 
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) memainkan peran penting dalam menentukan posisi sebuah negara di percaturan internasional. Negara dengan perkembangan Iptek yang maju cenderung memiliki posisi tawar yang tinggi dalam hubungan internasional. Untuk memberikan kontribusi lebih dalam mengembangkan dan memajukan Iptek Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menyusun strategi untuk jangka lima tahun (2015 2019) dalam Rapat Kerja LIPI 2015 yang digelar pada 11-13 Maret 2015 di Auditorium Utama LIPI Jakarta.

Jakarta, 11 Maret 2015. Sebagai lembaga penelitian nasional terbesar, LIPI telah berkiprah dalam berbagai kegiatan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan lebih dari 47 tahun yang lalu. LIPI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kegiatannya yang tercermin dalam visi barunya untuk tahun 2015-2019 dengan mengacu pada visi dan misi pemerintahan yang baru, yakni Menjadi lembaga ilmu pengetahuan berkelas dunia dalam penelitian, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan daya saing bangsa , ungkap Kepala LIPI Prof. Dr. Islandar Zulkarnain.

Ke depan agar lebih berkontribusi, visi LIPI akan ditopang oleh empat misi yang mendukung agar mampu memberikan kontribusi lebih. Adapun misi tersebut, antara lain menciptakan invensi ilmu pengetahuan yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi bangsa, mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya berkelanjutan, meningkatkan pengakuan internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia melalui aktivitas ilmiah, papar Iskandar.

Dengan mengambil tema Peningkatan Peran LIPI sebagai Lokomotif Ilmu Pengetahuan di Indonesia untuk Kesejahteraan Bangsa , Rapat Kerja LIPI akan membahas tiga agenda penting untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan. Agenda tersebut yakni penyempurnaan dan penyesuaian Rencana Strategis LIPI Tahun 2015-2019 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 yang telah ditetapkan oleh pemerintah, pembahasan layanan publik yang diselenggarakan LIPI, dan evaluasi serta tindak lanjut pelaksanaan reformasi birokrasi. Rapat kerja ini dihadiri oleh 210 peserta dari berbagai satuan kerja LIPI.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang berkesempatan hadir memberikan keynote speech memberikan apresiasi atas peran LIPI dalam bidang penelitian, terutama dalam pembinaan Kebun Raya. Ia menegaskan bahwa Indonesia memerlukan sumber daya penelitian yang kuat. Salah satu hal terpenting adalah bagaimana hasil-hasil penelitian dari lembaga riset dan lembaga litbang melalui kegiatannya mampu menjawab permasalahan bangsa, tukas Puan.

Saat ini, salah satu kendala dunia penelitian Indonesia adalah terkait masalah pendanaan. Dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB), hanya 0,08 persen yang dianggarkan untuk riset dan inovasi. Persentase tersebut masih jauh dari angka ideal. Oleh karena itu, sudah saatnya swasta juga didorong untuk berpartisipasi dalam membelanjakan anggaran untuk riset dan inovasi, tegas Puan.

Dikatakan oleh Puan bahwa dengan penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Pendidikan Tinggi diharapkan tercipta sinergi antara lembaga riset dengan universitas. Semua universitas khususnya universitas negeri akan diberi tugas untuk mengembangkan keunggulan di bidang tertentu, seperti di bidang pangan, energi, kesehatan, perubahan iklim, dan lain sebagainya sehingga dunia riset Indonesia semakin dekat untuk menghadapi tantangan ke depan, jelasnya.

Selain itu, agar kegiatan riset dan teknologi berjalan dengan lebih jelas dan terarah, sudah saatnya pihak-pihak terkait tidak hanya bermain dalam penelitian jangka pendek. Di masa datang, Indonesia memerlukan grand design riset hingga tahun 2035, sehingga ada konsep besar riset yang berkesinambungan walaupun terjadi pergantian kepemerintahan, paparnya. Indonesia ke depan harus memiliki pusat riset unggulan nasional yang dapat berperan nyata dalam pembangunan bangsa, tutupnya.

Keterangan Lebih Lanjut:
- Nur Tri Aries Suestiningtyas, MA (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

Penulis : msa
Editor : pwd

Siaran Pers ini dibuat oleh Humas LIPI

Diakses : 2400