Lewat Kompetisi Ilmiah, LIPI Dorong Generasi Muda Jadi Motor Bangsa

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) secara konsisten berupaya mendorong generasi muda agar menjadi motor bangsa, khususnya pembangunan di bidang Iptek. Salah satunya dengan menyelenggarakan kompetisi ilmiah secara kontinu, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventor Awards (NYIA).
 
“Dengan kompetisi ilmiah LIPI, harapannya mereka (generasi muda, red) mampu berpikir kritis tumbuh menjadi peneliti handal di masa depan dan akhirnya menjadi motor pembangunan bangsa,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko pada acara Kick Off Kompetisi Ilmiah LIPI 2016 di Auditorium LIPI Jakarta, Senin (7/3).
 
Handoko menjelaskan, LIPI pada tahun ini kembali menggandeng Intel Indonesia dan British Council untuk penyelenggaraan LKIR dan NYIA. Kedua kompetisi ilmiah tersebut, sambungnya, merupakan sarana untuk menemukan inventor muda yang berbakat guna dikembangkan menjadi peneliti dengan dikompetisikan pada ajang yang lebih tinggi.
 
Para inventor muda yang merupakan pemenang kompetisi ini akan dilombakan lagi pada berbagai ajang. Ajang itu seperti Intel International Science and Engineering Fair (IISEF) di Amerika Serikat bagi pemenang LKIR dengan dukungan Intel Indonesia. Kemudian, pemenang LKIR juga akan melaksanakan kunjungan sains ke Edinburgh International Science Festival di Inggris dengan dukungan British Council.
 
Sementara bagi para pemenang NYIA, mereka akan dikompetisikan lagi pada International Exibition for Young Inventors (IEYI) di Hongkong. Mereka juga akan diikutkan dalam ajang ASEAN Student Science Project Competition di Thailand.
 
Dukungan Penuh
 
Corporate Affairs Manager Intel Indonesia, Widya Listyowulan, menyampaikan apresiasi  atas capaian LIPI yang konsisten dalam pengembangan dan pencetakan generasi ilmuwan muda.  “Intel merupakan perusahaan teknologi yang sangat mengedepankan inovasi, dan inovasi ini membutuhkan ide-ide cemerlang dan bisa saja muncul dari generasi muda. Untuk itu, kami memberikan dukungan penuh terhadap kompetisi ilmiah LIPI,” tutur Widya.
 
Senada, Senior Pragramme Manager British Council Indonesia, Femmy Soemantry turut pula berkomitmen dan mendukung penuh upaya LIPI membina generasi ilmuwan muda melalui skema pendanaan Newton Fund.
 
 “British Council menjalankan mandat langsung dari Ratu Inggris, dan Inggris sangat menyadari pentingnya bekerja sama dengan berbagai negara dalam menyelesaikan permasalahan global, salah satunya di bidang penelitian,” tukasnya. Generasi muda Indonesia harus merasakan bagaimana perkembangan sains di luar sehingga dapat membantu mereka untuk lebih percaya diri dan komunikatif dengan proyek mereka, sambungnya.
 
Femmy menambahkan, empat pemenang LKIR ke-47 tahun lalu untuk kategori life sciences dan engineering, tahun ini akan diberangkatkan ke Edinburgh Science Festival pada 27 Maret – 1 April mendatang. Ini merupakan bukti nyata kemitraan LIPI dan British Council dalam menumbuhkan semangat meneliti di kalangan generasi muda Indonesia.
 
Antusiasme Tinggi
 
Di sisi lain, antusiasme generasi muda terhadap kompetisi ilmiah LIPI semakin tinggi dari waktu ke waktu. “Ini terbukti dari tren positif proposal yang masuk untuk mengikuti kompetisi ilmiah LIPI di mana meningkat setiap tahunnya,” ujar Nur Tri Aries S, Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI.
 
Ia menambahkan, LIPI sangat terbuka bagi pihak manapun yang ingin berpartisipasi pada rangkaian penyelenggaraan kompetisi ilmiah, baik dari instansi swasta maupun pemerintah. “Ke depan, semoga ide-ide yang diajukan para peneliti muda bisa semakin inovatif dan memberikan kontribusi yang baik untuk masa depan,” tuturnya.
 
Ide-ide tersebut seperti tercermin dari sejumlah pemenang kompetisi ilmiah LIPI tahun lalu. Misalnya saja, Hanif Faalih Wienico Kusuma, Pemenang Ketiga NYIA 2014 dan peraih silver medal  serta Special Award IEYI 2015.
 
Ia pun mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan Iptek di Indonesia dengan  hasil inovasinya berupa Ikat Pinggang Sistem Ekolokasi Portabel Ber-Output Getaran sebagai Alat Bantu Jalan Penyandang Tuna Netra. “Saya berharap hasil riset saya berguna bagi masyarakat dan dapat dipatenkan ke depan yang tentunya dengan berbagai perbaikan. Saat ini, saya masih belajar pemograman untuk menyempurnakan temuan tersebut,” tutupnya. (msa/ed: pwd) 

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum dan Humas