Malas kerja sama dengan peneliti, perusahaan bisa dikenai sanksi

 
 
Merdeka.com - Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain menyayangkan masih adanya jarak dan kurang kerja sama antara para peneliti dengan perusahaan industri. Hal ini menyebabkan ketidakefektifan produksi di perusahaan dan juga kesia-sia SDM yang merupakan para peneliti.

"Produk research belum langsung diserap industri. Kalau kerja sama dengan industri kita bisa mengisi. Misalnya industri punya desain, bagian research adalah meneliti bagian terbaik untuk produk, " kata Iskandar di kantor LIPI, Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Iskandar, hal ini tak lain karena masih banyak mindset para pengusaha yang lebih mengandalkan produk instan, yaitu membeli lisensi dari luar negeri ketimbang memanfaatkan SDM para peneliti.

"Kalau ingin ikut mengembangkan produk Indonesia bisa mengembangkan bahan baku dari dalam negeri yang memiliki daya saing yang sama, " tegas dia.

Oleh karena itu, negara diusulkan agar mampu menjembatani gap antara para peneliti dengan industri. Salah satu yang diusulkan adalah pemberian sanksi terhadap para perusahaan yang enggan bekerja sama dengan peneliti.

"Harusnya sampai ke perundang-undangan. Industri harus berinvestasi dalam research ada semacam sanksi kalau enggak kerja sama pajak dinaikkan, jadi signifikan hasilnya, " tutup dia.

Untuk mendorong kerja sama antara industri dan peneliti, di hari ulang tahunnya yang jatuh pada Agustus mendatang, LIPI akan memberikan anugerah LIPI Science Based Industrial Innovation Award kepada perusahaan yang menjadikan inovasi berbasis IPTEK sebagai bagian utama strategi bisnis.

[did]
Sumber : Merdeka.com, 3 Mei 2015

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 1018