Masyarakat Papua Sesalkan Buku Papua Road Map

 
 

Masyarakat Papua yang diwakili Anggota DPRD Papua Barat menyesalkan buku terbitan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berjudul Papua Road Map. Buku tersebut dinilai tidak objektif dalam menggambarkan keadaan masyarakat Papua seutuhnya.

Wakil Ketua DPRD dari Papua Barat Jimmy Iji mengatakan buku yang diterbitkan LIPI tersebut membuat LIPI masuk ke kancah politik.

LIPI seharusnya hanya bertindak sebaga lembaga yang mengaji dengan hasil yang dapat menyelesaikan persoalan bangsa.

Apakah LIPI lembaga yang didesain untuk menghasilkan kajian dalam menyelesaikan persoalan bangsa ataukah LIPI hanya menjadi agen sebuah kepentingan ujar Jimmy di Gedung DPR, Selasa (12/1).

Menurut Jimmy, dalam buku tersebut terdapat bentuk ketidakindependenan LIPI yang hanya mengambil pemikiran dari kelompok yang berseberangan dengan kepentingan NKRI.

Ia mengatakan seharusnya buku tersebut ditulis dengan meminta pendapat dari orang-orang seperti dirinya.

Dalam buku Papua Road Map, menurut Jimmy, LIPI terkesan justru mengkritik kebijakan menyangkut pemekaran wilayah di Papua. Hal itu, menurut Jimmy, menghambat kesejahteraan masyarakat Papua.

Pasalnya, ia menganggap tidak ada cara lain yang lebih cepat untuk menyejahterakan masyarakat Papua kecuali melalui pemekaran wilayah.

Sementara itu, tokoh masyarakat Papua, Nicholas Messet, menyatakan menolak dialog antara pemerintah pusat dan Papua yang diusulkan dalam buku Papua Road Map.

Jika dialog untuk kesejahteraan Papua saya setuju. Tapi kalau dialog bertujuan keluar dari republik, jelas-jelas saya tidak setuju, tegasnya. Buku yang diributkan tersebut diterbitkan pada pertengahan tahun 2009 oleh LIPI.

Buku berjudul Papua Road Map itu berisikan tentang sejarah Papua secara menyeluruh serta merumuskan pentingnya jalan damai penyelesaian konflik di Papua yang disarikan dari pandangan tokoh-tokoh. yst/P-1

Koran Jakarta, 13 Januari 2010

Sivitas Terkait : Muridan Satrio Widjojo

Diakses : 2328