Medsos Digunakan Untuk Jaring Anggota dan Sebarkan Paham Radikal

 
 
JAKARTA (Pos Kota) Media sosial kini telah dimanfaatkan oleh paham radikal untuk menyebarkan ajarannya. Bahkan media sosial yang kini berkembang sangat pesat dimanfaatkan pula sebagai cara untuk menjaring anggota baru kelompok teroris.

Cara-cara baru ini terbukti efektif untuk menebar kebencian juga merekruit anggota, papar Hamdan Basyar, Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam diskusi terbuka fenomena gerakan radikal dan terorisme di Indonesia kemarin.

Menurutnya belakangan ide-ide keras dan radikal yang berasal dari jaringan teroris disebarkan secara masif melalui internet. Pembaca yang tertarik dapat mendalami lebih lanjut, dengan menghubungi website tertentu.

Mereka yang sudah terekrut lewat internet ini kemudian dikumpulkan dalam kelompok sel tertentu, tambah Hamdan.

Pembinaan secara konvensional misalnya melalui pengajian umum, pengajian khusus dan balat atau janji setia kepada kelompok jaringan terus dilakukan sampai mereka siap melakukan tindakan radikal.

Hamdan mengatakan jika jaringan teroris bisa memanfaatkan media sosial untuk menebar paham dan merekruit anggota, maka masyarakat luas sesungguhnya juga memiliki kesempatan sama untuk menangkalnya. Masyarakat bisa menyuarakan kelompok kecil yang pro kedamaian.

Selanjutnya melalui media sosial masyarakat bisa melawan tindakan teroris karena dianggap tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Jurnalisme damai dapat digunakan untuk melawan atau paling tidak mengurangi adanya kekerasan, katanya. (inung/win)
Sumber : Poskotanews.com, 20 Februari 2016

Sivitas Terkait : M. Hamdan Basyar

Diakses : 1371