Mengenal Koleksi Tertua di Kebun Raya Cibodas

 
 

Cibodas, Humas LIPI. Kebun Raya Cibodas memiliki koleksi tanaman tertua yang kini berusia 153 tahun. Tanaman tersebut adalah Araucuria Bidwillii Hook. atau yang dikenal dengan nama bunya-bunya. Nama Araucaria diambil dari nama sebuah provinsi di Chile yang bernama Arauco, sedangkan nama jenis bidwillii diambil dari nama John Carne Bidwill, seorang ahli botani Inggris. Tempat asal tanaman ini adalah Quensland, Australia.

Nama bunya-bunya diberikan oleh suku Aborigin. Tanaman ini juga punya beberapa nama lain seperti, Banza-tunza, Banua-tunya, boonya, bunyi, bahnua, bon-yi, banya bunya, bunnia, bunya-bunya, dan bonyi-bonyi. Nama-nama tersebut ditujukan untuk tanaman yang bijinya bisa dimakan (edible nut). Biji bunya-bunya memiliki nilai penting sebagai makanan dan nilai ritual bagi suku Aborogin. Setiap tiga tahun di antara bulan Januari dan Maret suku Aborigin biasa berkumpul untuk mengadakan acara ritual suku untuk berburu dan pesta biji bunya-bunya yang dapat dimakan setelah dibakar.

Marga Araucaria memiliki sekitar 12 jenis yang tersebar di Caledonia, Australia, Kepulauan Norfolk, sebagian Brazil, Chili, sampai ke Argentina. Marga ini termasuk kedalam family Araucariaceae.  Menurut Burkill (1966) Araucaria selain sebagai tanaman hias juga mempunyai nilai penting secara ekonomi.


Araucaria bidwillii di tempat asalnya bisa mencapai tinggi 50 m, dengan diameter batang bisa mencapai 150 cm, kulit kayu tebal, mengandung resin, cabang-cabang berkarang, horizontal. Daun tanaman ini tumbuh secara spiral, tersusun padat, panjang sampai lima centimeter, warna hijau tua, kasar, meruncing panjang, cabang-cabang yang fertile lebih pendek dan lebih kaku. Sementara buah atau cone yang berukuran besar mengandung lebih dari 150 biji, dan dapat mencapai berat sampai 10 kilogram

Penanaman di Kebun Raya Cibodas

Di awal pendirian Kebun Raya Cibodas, tanaman Araucuria didatangkan sebagai introduksi tanaman yang berasal dari luar negeri. Saat itu Kebun Raya Cibodas menjadi tempat aklimatisasi tanaman dari luar negeri dan Araucuria bidwillii menjadi salah satu tanaman yang dibawa. Araucuria bidwillii ditanaman pertama kali di Kebun Raya Cibodas pada 1866. Hal tersebut membuat Araucuria bidwillii menjadi koleksi tanaman tertua di Kebun Raya Cibodas yang kini berusia 153 tahun. Penanaman berikutnya dilakukan pada tahun 1943, 1979, dan tahun 2010.

Pada awal penanamannya, Araucuria bidwillii ditanam secara berderet sepanjang jalan gico yang kini dikenal dengan nama Arauciria Avenue. Araucaria Avenue selain tempat tanaman koleksi tertua juga merupakan salah satu sudut di Kebun Raya Cibodas yang memiliki nilai keindahan tersediri dan merupakan salah tempat yang favorit untuk berswafoto denganlatar belakang lorong di bawah kanopi dari batang-batang besar Araucaria bidwillii.
 
Sampai dengan saat ini koleksi Araucaria bidwillii  masih dapat dilihat di jalur Araucaria Avenue sepanjang 320 m, yang berukuran besar sebanyak 47 pohon. Araucaria bidwillii  yang ditanam pada tahun 1866 dan terbesar adalah di vak IV.B. no 8g. dengan diameter 183,43 centimeter dan keliling lingkaran batangnya 576 centimer. Sementara tanaman kedua mempunyai diameter 159,2 centimeter  dan lingkar batangnya 500 centimete. Tinggi pohon masing-masing kurang lebih 48 m. (Kebun Raya Cibodas/ed: su)


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. R. Hendrian M.Sc.