Menguak Fakta dan Mitos Harimau Jawa

 
 
Harimau Jawa dinyatakan punah pada tahun 1980-an. Kepunahan spesies ini menjadi pelajaran yang berharga untuk menyelamatkan spesies lain. Melalui peringatan World Wildlife Day pertama yang jatuh pada 3 Maret 2014 lalu, usaha untuk menyelamatkan spesies-spesies penting agar tidak punah terus diupayakan. Untuk mengupas langkah-langkah penyelamatannya sekaligus menyambut 120 Tahun Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), LIPI melalui Pusat Penelitian (Puslit) Biologi akan menyelenggarakan kegiatan MZB Talk dengan tema "Harimau Jawa: Mitos dan Faktanya "

Bogor, 19 Maret 2014. Kepunahan spesies Harimau Jawa merupakan indikator kegagalan manusia dalam mengelola lingkungan hidup dan isinya secara harmonis. Hal itu diungkap Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M. Phil, Kepala Museum Zoologicum Bogoriense, Puslit Biologi LIPI. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengelompokkan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) ke dalam kategori punah, akan tetapi beberapa fakta temuan terbaru menunjukkan tentang keberadaan spesies ini.

Tahun 1974, Sendensticker dan Sujono di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jawa Timur melaporkan perkiraan keberadaan Harimau Jawa yang tinggal 3 4 ekor. Kemudian pada tahun 1994, World Wildlife Fund (WWF) melakukan penelitian di tempat yang sama dengan memasang 10 kamera tersembunyi selama satu tahun, ternyata menunjukan hasil nihil. Sehingga pada Desember 1996, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) memutuskan bahwa spesies ini telah punah.

Saat ini, telah muncul silang pendapat mengenai keberadaan Harimau Jawa antara masyarakat ilmiah dan masyarakat sekitar hutan. Para ahli menyatakan bahwa hewan ini telah punah, tetapi di sisi lain masyarakat lokal masih menjumpai harimau loreng di beberapa kawasan tertentu terutama di Taman Nasional Meru Betiri.

Berbagai kontroversi mengenai keberadaan tersebut pun menarik untuk didiskusikan. Inilah yang melatarbelakangi kegiatan MZB Talk dengan tema Harimau Jawa: Mitos dan Faktanya . Kegiatan diskusi akan mendatangkan tiga panelis yaitu Didik Raharyono (Direktur Peduli Karnivor Jawa (PKJ)), Hariyo T. Wibisono (tiger expert menurut globaltigerinitiative.org) dan Prof. Gono Semiadi (peneliti mamalia Puslit Biologi-LIPI). Kami berharap diskusi tersebut mampu memberikan pencerahan untuk menguak keberadaan harimau Jawa. Selain itu, adanya solusi untuk mengatasi spesies lain yang terancam punah, ungkap Rosichon.

Dikatakannya, MZB Talk merupakan agenda kegiatan yang direncanakan rutin diselenggarakan untuk memperkenalkan biodiversitas, khususnya fauna Indonesia kepada masyarakat dan mendekatkan para peneliti di Museum Zoologicum Bogoriense. Kegiatan ini sekaligus sebagai wujud peran serta Pusat Penelitian Biologi LIPI dalam menyebarluaskan informasi tentang pengetahuan fauna Indonesia dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Kegiatan ini akan rutin diadakan setiap bulannya dengan mengusung topik yang berbeda-beda.

Diskusi ini akan diselenggarakan pada Kamis, 20 Maret 2014. Acara akan berlangsung di Museum Zoologicum Bogoriense (Kebun Raya Bogor), Jl. Ir. H. Juanda, No. 9, Bogor, pukul 10.00 WIB.

Keterangan Lebih Lanjut:
Hidayat Ashari (Koordinator Kegiatan Diskusi MZB Talk, hp. 081212944062)

Sivitas Terkait : Hidayat Ashari

Diakses : 3136