Mengungkap Mitos dan Fakta Punahnya Harimau Jawa

 
 
(Bogor - Humas LIPI). Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) pernah tercatat sebagai karnivora terbesar yang hidup di Pulau Jawa. Hewan ini pernah ditemukan di Jampang Kulon, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Pangrango (Jawa Barat), Daerah Istimewa Yogyakarta, Probolinggo, Blitar, Banyuwangi, Tulungagung sampai Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur. Harimau Jawa sendiri telah dinyatakan punah sekitar tahun 1980-an.

Konsep punah secara ilmiah telah bergeser dari suatu kategori generik yang berlaku umum menjadi lebih menekankan pada keyakinan ilmiah setelah memperhitungkan banyak pertimbangan, ujar Dr. Gono Semiadi, peneliti mamalia dari Pusat Penelitian Biologi LIPI dalam acara Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Talk, yang diadakan di Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor, pada Kamis (20/3) lalu.

Gono menjelaskan, dahulu suatu jenis satwa dikatakan punah apabila dalam kurun waktu 50 tahun setelah perjumpaan terakhir tidak pernah dijumpai kembali di alam.

Dirinya menuturkan, kepunahan harimau di Indonesia dimulai dari punahnya Harimau Bali dan dilanjutkan dengan Harimau Jawa. Ancaman punah ini mulai mengintip pada Harimau Sumatera dan saya berharap hal tersebut tidak akan terjadi, ujar Gono.

Hariyo T. Wibisono, Tiger Expert dari Sumatran Tiger Conservation Forum mengatakan, Harimau Sumatera saat ini sudah mulai terancam. Keberadaannya sekarang masih berada di kantong-kantong habitat yang tersebar di sekitar 27 petak hutan, tutur Hariyo.

Sementara itu Direktur Peduli Karnivor Jawa Didik Raharyono mengungkapkan, adanya silang pendapat antara masyarakat ilmiah dan masyarakat sekitar hutan. Fakta-fakta terbaru tentang keberadaanya dengan materi temuan seperti foto, laporan pembunuhan, sisa pembunuhan, jejak, cakaran dan kotoran menunjukkan informasi awal keberadaan spesies ini, imbuhnya.

Kegiatan MZB Talk diselenggarakan dalam rangka memperingati World Wildlife Day yang pertama dan 120 tahun Museum Zoologicum Bogoriense. Ke depan, MZB talk akan diadakan setiap bulan secara rutin di Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor dengan topik yang berbeda.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk berdiskusi dan bertukar informasi menjadi sebuah acara yang positif bagi penyebarluasan informasi biodiversitas Indonesia serta membangkitkan penghargaan terhadap keberadaan fauna untuk kepentingan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. (dn,fz)

Sumber gambar: http://commons.wikimedia.org/wiki/File persen3APanthera_tigris_sondaica_02.jpg
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Gono Semiadi

Diakses : 5635