Menko PMK: Penguasaan Iptek Kunci Kemakmuran Bangsa

 
 
[JAKARTA] Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadi kunci membangun kekuatan ekonomi dan kemakmuran suatu bangsa.

"Belajar dari bangsa lain yang saat ini dinilai punya kekuatan ekonomi dan tingkat kemakmuran yang baik, kunci keberhasilannya adalah tingkat penguasaan iptek, " katanya dalam pembukaan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) XI di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut laporan World Economic Forum indeks competetive global Indonesia tahun 2014-2015 berada di peringkat 34 naik dibandingkan tahun 2013-2014 di peringkat 38.

"Dari 12 pilar daya saing global Indonesia masih memiliki kelemahan dalam 4 pilar yaitu infrastruktur, kesiapan teknologi, pendidikan tinggi dan inovasi, " ucapnya.

Oleh sebab itu menurut Puan, pilar-pilar ini harus secara bertahap namun pasti diperbaiki. Penelitian juga harus fokus agar hasilnya bisa dimanfaatkan untuk bangsa di masa depan.

Puan meyadari bahwa tidak bisa dipungkiri keberhasilan, kualitas pendidikan, penelitian dan pengembangan iptek bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendanaan.

"Sering kali jadi perdebatan mana yang lebih dahulu harus dipersyaratkan, " ujarnya.

Puan memandang semua hal bisa diatasi asalkan bersama-sama dan bergotong royong. SDM sedikit belum tentu tidak bisa melakukan hal apapun. Meski anggaran sedikit selama fokus dan bergotong royong akan bisa.

Dilihat dari anggaran kebutuhan iptek, saat ini prosentase anggaran iptek di Indonesia berkisar 0,08 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio anggaran iptek yang memadai menurut UNESCO adalah 2 persen dari PDB. Untuk Indonesia artinya di tahun 2014 lebih dari Rp 200 triliun seharusnya. Namun yang tersedia saat ini sekitar Rp 10 triliun.

"Namun apakah karena ada kesenjangan yang sangat besar antara kondisi ideal dan apa yang terjadi saat ini membuat kita tidak melakukan apa-apa. Inilah salah satu hal yang harus dipecahkan bersama dalam kongres ini, " paparnya.

Dengan anggaran yang tidak maksimal bisa berbuat untuk bangsa ini ke depan. Ia berharap para ilmuwan mempelopori kekuatan iptek nasional dalam meningkatkan daya saing dan pembangunan masyarakat yang berbasis iptek. Puan menilai ilmuwan sejati penuh ketekunan, pantang menyerah dan menemukan solusi. [R-15/L-8]
Sumber : sp.beritasatu.com, 8 Oktober 2015

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 1897