Menko Puan Fasilitasi Hasil Riset untuk Dibawa ke Dunia Industri

 
 
Jakarta - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menaruh perhatian pada hasil riset penelitian. Ia pun memfasilitasi untuk dibawa ke dunia industri.

Puan membuka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) ke XI yang diselenggarakan oleh LIPI bekerjasama dengan Kemenristek Dikti. Ia sekaligus mengunjungi pameran hasil-hasil riset, Indonesia Science Expo (ISE) yang digelar di lokasi yang sama.

Usai membuka KIPNAS, Puan mendatangi area pameran. Ia mengunjungi stand-stand hasil riset LIPI seperti pengolahan tanaman menjadi obat, penelitian budidaya ikan yang hampir punah, hingga stand taman sains dan teknologi.

Politisi PDIP ini tampak tertarik dengan budidaya jamur. Juga dengan barang-barang kosmetik atau skin care herbal hasil riset LIPI. Ia sempat mengambil sebuah tube berisi krim wajah.

"Ini sudah disalurkan ke mana " tanya Puan di stand skin care kepada peneliti di lokasi acara, Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (8/10/2015).

Petugas dari LIPI tersebut menjawab bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan kelompok usaha. Menristek Dikti M Nasir yang menemani Puan pun juga tampak tertarik.

"Iya harus dibawa ke industri. Kalau tidak sama aja, tidak ada manfaatnya, " ucapnya.

Kemudian Puan juga terlihat tertarik dengan hasil karya kelompok mahasiswa, yakni mobil listrik berbasis Android. Ia pun banyak bertanya mengenai teknis mobil yang dikendalikan melalui ponsel tersebut.

"Ini bisa manual atau otomatis Bu. Kami masih butuh dukungan pemerintah, " ujar salah seorang mahasiswa pencipta mobil listrik, Nazri Afandi Pasaribu kepada Puan.

Ditemui usai melihat pameran, Puan mengaku bahwa sudah menjadi tugasnya untuk bisa memfasilitasi hasil riset para peneliti Indonesia. Menurutnya hasil riset perlu dibawa ke dunia industri ataupun diimplementasikan agar bisa berguna bagi masyarakat.

"Sebagai menko saya akan mendorong semua kementerian yang ada di bawah saya untuk bisa memperjuangkan, membantu, memakai semua produk yang sudah dipakai itu untuk bisa dikoordinasikan ke dunia industri, " kata Puan.

"Karena kalau sudah ada hasil tapi tidak bisa dipergunakan di dunia industri tentu saja hasilnya tidak bisa diimplementasikan atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Supaya hasil riset yang sudah dihasilkan supaya bisa berguna untuk bangsa ke depan, " sambung politisi PDIP tersebut.

Sementara itu, M Nasir mengaku bahwa pihaknya telah melakukan mediasi antara dunia pengusaha dengan para peneliti. Ini dilakukan pada bulan April lalu pada Forum Inovasi Nasional dan pada peringatan Harteknas.

"Ada peneliti LIPI yang melakukan penelitian di bidang Pangan. Ada kami lakukan Padi Pogo, kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat supaya kualitas lebih baik. Ada juga tentang Sapi. Ini kenapa agar hasil penelitian juga bisa digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat, " jelas Nasir di lokasi yang sama.

Terkait dengan permintaan Puan sebelumnya agar ia membuat terobosan untuk menetaskan banyak peneliti di Indonesia, Nasir menyatakan sudah bergerak sebelum diminta. Puan sempat menyinggung bahwa Indonesia kekurangan peneliti padahal memiliki banyak program.

"Semua Perguruan Tinggi kami alokasikan biaya lebih, 30 persen sendiri itu untuk riset anggarannya. Tahun ini alokasinya Rp 1,7 triliun, " tukas Nasir.

Nasir juga mengomentari mengenai mobil listrik yang sempat ia lihat bersama Puan. Nantinya ia akan meminta agar mobil listrik berbasis Android tersebut untuk mengikuti perlombaan tentang inovasi mobil yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti. Pemenang lomba akan dibawa ke kancah internasional.

"Kami akan adakan lomba pada Desember awal, ada lomba mobil efisien nasional. Nanti mobil-mobil ini akan kita lombakan supaya nanti pada saat kita di Filipina sudah ada pemenangnya siapa, " tutupnya. (ear/slm)
Sumber : Detik.com, 8 Oktober 2015

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 1497