MoU Kendaraan Listrik Telah Ditandatangani

 
 

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenristek dengan LIPI, Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemkab Tanah Laut dan Pemkab Trenggalek terkait pengembangan penelitian baterai kendaraan listrik (baterai lithium) telah dilakukan pada Sabtu, 21 Desember 2013 di Auditorium Gedung BPPT. Selain itu, terkait dengan diseminasi kendaraan listrik juga telah ditandatangani MoU antara Kemenristek dengan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Kegiatan penandatangan tersebut dilakukan pada acara Malam Keakraban Teknologi Kendaraan Listrik yang dihadiri Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta; Kepala BPPT, Marzan A Iskandar; Kepala Bapeten, As Natio Lasman; Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Andiarto Handojo; Sesmenristek, Hari Purwanto; Sestama Bapeten, Mohammad Dani; Sestama Batan, Taswanda; Deputi Bidang Jaringan Iptek, Agus R Hoetman; Bupati Banjar, Sultan H Saleh; Bupati Tanah Laut, Sukamta; perwakilan Bupati Trenggalek, Joko Warsono dan sejumlah pejabat Kemenristek dan LPNK, para peneliti, serta undangan lainnya.

Menristek menyampaikan Jakarta menjadi kota kelima sekaligus penutup rangkaian ujicoba dan sosialisasi kendaraan listrik. Setelah sosialisasi dan uji coba ternyata tanggapan masyarakat sangat baik sekali. Jangan sampai terjadi yang buruk-buruk seperti cerita mobil nasional ada kemudian hilang, ujarnya.

Menristek mengatakan selama ini Indonesia selalu mengimpor bahan bakar yang nilainya besar hampir 200 Triliun. Dan kalau kita teliti yang memakai adalah kendaraan pribadi termasuk motor. Disamping itu dengan bahan bakar minyak akan mengakibatkan gas rumah kaca, tambahnya.

Dalam hal ini, mobil listrik sangat ramah dan tidak mengeluarkan gas. Untuk itu sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dan tidak mencemari lingkungan maka dibuatlah kendaraan berbasis listrik. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden SBY. Pengembangan dan penelitian mobil listrik sendiri telah dilakukan secara giat oleh LIPI sejak tahun 2009. Menurut Menristek dari segi baterai kendaraan listrik, dunia internasional belum begitu maju artinya Indonesia masih punya kesempatan untuk bersaing di sana.

Jadi kita akan terus melakukan penelitian di bidang baterai. LIPI menyiapkan pembangunan pabrik baterai berskala laboratorium, harapannya minimal sebulan ada tiga yang bisa diproduksi. Sementara BPPT dapat membantu melalui tim audit teknologinya supaya mobil yang akan diproduksi ini dapat diggunakan secara aman, ujar Menristek.

Kegiatan malam keakraban sendiri diselenggarakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi antar kepentingan yang berkaitan dengan teknologi kendaraan listrik. Pengembangan kendaraan listrik juga merupakan salah satu realisasi visi dari Kemenristek yakni mewujudkan Sistem Inovasi Nasional (SINas) yang tangguh guna meningkatkan daya saing bangsa di era global. Pada kesempatan yang sama kendaraan listrik buatan anak bangsa juga dipamerkan di lobby Gedung II BPPT antara lain jenis city car, sport car, micro bus dan MPV. (humasristek)
Sumber : Ristek, 23 Desember 2013

Sivitas Terkait : Budi Prawara

Diakses : 1233