PIRN Aceh Sukses Dilaksanakan, Sampai Jumpa di PIRN XVII di Purbalingga

 
 
Banda Aceh, Humas LIPI. Pelaksanaan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVI di SMAN Modal Bangsa, Aceh yang berlangsung dari 9 hingga 16 Juli 2017 telah usai digelar. Kegiatan yang merupakan kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Pemerintah Provinsi Aceh ini telah terlaksana dengan sukses. Dan diharapkan pelaksanaan kegiatan serupa di tahun depan, yang direncanakan di Purbalingga, Jawa Tengah berjalan lebih sukses dan baik lagi.
 
Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI mengungkapkan, perkembangan PIRN dari tahun ke tahun semakin baik dalam penyelenggaraannya. “Saya telah mengikuti kegiatan ini selama enam tahun terakhir dan Alhamdulillah perkembangannya senantiasa positif. Selain itu, PIRN juga semakin membudayakan penelitian ke anak-anak remaja,” kata Nuke dalam penutupan PIRN XVI di lapangan SMA Modal Bangsa, Aceh pada Jumat (14/7) malam.
 
Menurut Nuke, PIRN memberikan pengalaman berharga bagi para perwakilan remaja dan guru pembimbing dari Sabang sampai Merauke. Mereka berkumpul dan bekerja sama menuntut ilmu, pengalaman, jaringan di bidang penelitian ilmiah di bumi serambi Mekah.
 
Dia berharap PIRN ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus membangun pemikiran kritis para peserta, kepekaan terhadap isu sosial hingga upaya untuk menciptakan solusi bagi permasalahan yang ada di sekitar. Selain itu, PIRN juga diharapkan mampu membangun rasa cinta tanah air, nasionalisme dan persaudaraan sesama peserta yang tidak akan terlupakan.


 
“Saya salut dan apreasiasi terhadap semua peserta PIRN yang memiliki semangat luar biasa dari pagi hingga malam belajar menyusun karya ilmiah. Kalau kelak kalian semua melanjutkan ke perguruan tinggi akan menjadi bekal penting di masa depan,” pesannya.
 
Pengalaman Berkesan
 
Di sisi lain terkait penyelenggaraan PIRN, Nuke mengucapkan terima kasih bagi seluruh komponen yang ada di Aceh beserta instruktur LIPI, serta pihak-pihak terkait lainnya atas suksesnya penyelengaraan kegiatan tersebut. “Saya berharap penyelenggaraan PIRN ini memberikan kesan mendalam bagi setiap orang yang mengikutinya,” ujarnya.
 
Khusus bagi peserta, dirinya yakin sebagian besar peserta masih terbayang serunya melakukan penelitian terumbu karang, ikan-ikan, maupun menikmati indahnya alam di pasir putih, bercengkrama dengan pengerajin maupun nelayan di Lampulo dan Lampisang. Itu hanyalah awal dari pengenalan LIPI mengenai penelitian.
 
Kendati demikian, pengalaman PIRN sedikitnya membekali para peserta untuk memahami potensi dan tantangan yang dihadapi oleh Aceh. Meskipun hanya terbatas di beberapa aspek tertentu, namun karya ilmiah yang telah dibuat sudah sedikitnya berkontribusi bagi masyarakat.
 
“Untuk itu setelah pulang nanti, dengan bekal pengalaman di PIRN buatlah tulisan dan sebarkan informasi melalui berbagai media. Peserta PIRN 2017 ini sudah bisa menjadi duta-duta Aceh, ceritakan cerita positif tentang Aceh di manapun,” harap Nuke.


 
Untuk diketahui, penyelenggaraan PIRN kali ini telah menghasilkan 48 karya penelitian lapangan para peserta siswa/remaja dan 11 karya penelitian lapangan dari para guru pembimbing. Sedangkan jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 370 siswa dan 125 guru. Peserta ini mengalami pengurangan karena beberapa di antaranya membatalkan untuk turut serta pada jelang penyelenggaraan kegiatan.
 
Zulkifli, Kepala Bidang Pembinaan SMA yang mewakili Kepala Dinas Provinsi Aceh menuturkan, kegiatan PIRN telah member investasi berharga bagi bangsa Indonesia. Investasi ini adalah sumber daya peneliti di masa depan. “Kami berharap calon-calon peneliti masa depan ini mampu membawa perubahan lebih baik di masa yang akan datang. Dan, kami berterima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya PIRN Aceh dengan baik,” tutupnya. (pwd/ed: isr)


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 3263