Papua Memanas : Selesaikan Masalah Papua dengan Dialog

 
 

Salah seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muridan S Widjojo mengungkap, masalah utama terkait konflik Papua adalah kepercayaan. Mau tak mau, jalan keluarnya adalah dengan cara berdialog.

"Karena masalahnya, bukan hanya kesejahteraan, tapi harga diri rakyat Papua yang selama ini dilecehkan. Karena situasi konflik saat ini dapat kita akhiri dengan dialog. Menunjukkan penghormatan kesetaraan, juga menhargai martabat orang Papua, " ujarnya dalam acara dialog di DPD, Jumat (04/11/2011).

Ia juga sudah melakukan pradialog, melakukan konsultasi publik di 26 kabupaten d papua dan hal ini juga perlu dkembangkan di Jakarta. Proses, katanya, menjadi hal yang penting.

"Pradialog menciptakan komunikasi baru anatara pihak-pihak yang berkonflik. Sementara LIPI, hanya sebetas fasilitator. Kita katakan kepada Papua di Jakarta ada pejabat yang mau menyelesaikan masalah Papua dengan cara berdialog, " ujarnya.

Di Jakarta kita katakan pemimpin Papua juga ingin berdialog. Bagaimana mempertemukan keduanya, ini proses yang harus dibangun. Karena yang ada saat ini, kecurigaan tinggi sehingga sekarang ini timbul permusuhan. Papua minta merdeka kemudian dianggap musuh, ditembak, ditangkap, disiksa, " katanya lagi.

Akan tetapi, lanjut Muridan, tidaklah disadari, mereka yang menembak dan menyiksa di Papua merasa menjaga NKRI. Sebenarnya, menyakiti Papua, sama saja dengan menyakiti NKRI.

Dijelaskan pula, ada empat masalah di Papua. Sejarah, pelanggaran ham, marginalisasi diskriminasi, dan kegagalan pembangunan.

Yang terpenting saat ini adalah dialog, dan harus ada proses. Pemerintah, katanya, sebetulnya terbuka untuk dialog.

"SBY, di tahun 2010 mengatakan pemerintah pusat siap mjalani komunikasi konstrukstif untuk myelesaikan papua. Dalam konperensi perdamaian Papua beberapa waktu lalu, masyarakat Papua juga sudah mengatakan dialog adalah jalan terbaik. Masalahnya sekarang, konsep dialog pemrintah dan Papua, belum ketemu. Ini yang harus dijalani dengan sabar, " demikian Muridan S Widjojo.

Tribun News, 4 November 2011

Sivitas Terkait : Muridan Satrio Widjojo

Diakses : 1452