Pejabat Humas Pemerintah Semestinya Fleksibel dan Berposisi Strategis

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Pejabat struktural maupun fungsional di bidang kehumasan pemerintah atau kerap disebut sebagai Hubungan Masyarakat (Humas) semestinya memiliki langkah gerak yang fleksibel dan posisi strategis. Sudah saatnya stigma negatif yang sering melekat pada pejabat Humas pemerintah ditepis.
 
“Stigma-stigma pejabat Humas pemerintah seperti lambat dalam melakukan respon, cenderung birokratis, terpaku jam kerja, dan lainnya sudah tidak berlaku lagi pada era sekarang ini,” ungkap Gatot S Dewa Broto, Juru Bicara Kementerian Pemuda dan Olah Raga saat berbicara dalam Seminar Penguatan Kehumasan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Auditorium Utama LIPI Jakarta, Selasa (25/5).
 
Menurutnya, seorang pejabat Humas pemerintah harus memiliki posisi strategis. “Bahkan, seorang pejabat Humas haruslah orang yang dekat dengan pimpinan dan menjadi ‘pembisik’ segala aspek kebijakan kelembagaan,” tekannya. Lalu, sambungnya, pejabat Humas pulalah yang menjadi garda terdepan untuk membela kepentingan kelembagaannya.
 
Kemudian, Gatot menyebutkan para pejabat Humas juga perlu memiliki pandangan bahwa dirinya seorang praktisi Humas yang justru berpotensi memacu seseorang untuk meningkatkan kapasitasnya sendiri secara lebih baik daripada hanya bersikap pasif. Mereka harus memiliki spirit of entrepreneurship, agar berbagai kiat taktis dan strategis yang digunakan benar-benar mampu mengatasi tantangan kekinian yang semakin kompleks.
 
Gatot berharap arah kehumasan LIPI ke depan bisa semakin lebih fleksibel dan dalam posisi strategis seperti yang digambarkannya. “Sekali lagi, jangan terpaku pada jalur birokrasi yang kadang kaku dan kurang fleksibel dalam komunikasi pada publik, khususnya saat situasi sedang kurang baik karena sorotan media massa yang cukup kritis,” pesannya.
 
Manfaatkan Teknologi
 
Di sisi lain, Gatot menyoroti seorang pejabat Humas hendaknya selalu melek teknologi. Dia seyogyanya mengikuti perkembangan teknologi. “Dan, dia perlu pula memanfaatkan media sosial, aplikasi-aplikasi yang saat ini ada, maupun website lembaga untuk kepentingan penyebarluasan informasi positif lembaga,” jelasnya.
 
Khusus website, dia menuturkan sarana itu harus dimanfaatkan secara optimal. Terutama untuk publikasi hasil-hasil dan kinerja lembaga. “Misalnya, website di Kemenpora salah satunya bisa digunakan untuk penyebarluasan informasi penting lembaga melalui Siaran Pers dan meng-counter isu-isu negatif yang berkembang,” paparnya.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko yang juga Direktur Teknis Website LIPI menyambung, website merupakan salah satu sarana utama untuk mengomunikasikan hasil-hasil lembaga kepada publik, baik nasional maupun internasional. “Maka, keberadaan website itu penting. Tak hanya tampilan yang bagus semata, tapi akses yang cepat, user friendly, dan mudah dicari dengan mesin pencari untuk setiap hasil penelitian maupun kegiatan unggulan juga penting,” ungkapnya.
 
Handoko katakan website LIPI saat ini telah berubah menuju hal tersebut. Ia pun mengapresiasi Tim Website LIPI yang telah berkerja keras untuk melaksanakan perubahan tersebut.
 
Nur Tri Aries Suestiningtyas, Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI mengatakan, website LIPI yang sudah berubah sekarang telah digunakan secara maksimal untuk publikasi hasil-hasil penelitian maupun kegiatan unggulan LIPI. “Saya pun mengajak seluruh fungsional Humas (Pranata Humas, red) di LIPI untuk berpartisipasi dalam pengisian kontennya, terutama dalam hasil penelitian unggulan lewat pengelola kedeputian masing-masing,” ajaknya.
 
Di lain hal, Nur mengajak juga seluruh fungsional Pranata Humas di lingkungan LIPI menjadi Humas yang benar-benar berkomunikasi aktif sesuai kebutuhan. Mereka mampu berkomunikasi publik secara berkala, terencana terkait hasil-hasil penelitian satuan kerja maupun kelembagaan. “Sehingga, dari komunikasi  yang aktif dan terarah mampu menghasilkan narasi tunggal untuk publikasi lembaga yang efektif kepada masyarakat,” tutupnya.
 
Seminar Penguatan Kehumasan LIPI sendiri mengangkat tema Optimalisasi Peran Kehumasan dan Implementasi Permen PANRB Nomor 6 Tahun 2014 Bagi Fungsional Pranata Humas LIPI. Seminar ini kerjasama antara Biro Kerja sama, Hukum, dah Humas LIPI dengan Forum Pranata Humas (Fortamas) LIPI. Sekitar 150 orang fungsional dan kandidat fungsional Pranata Humas hadir mengikuti seminar tersebut.
 
Adapun narasumber seminar diisi oleh para praktisi dan akademisi kehumasan yang handal. Selain Juru Bicara Kemenpora RI, hadir pula Prof. Dr. Neni Yulianita (Akademisi Bidang Kehumasan dari Universitas Islam Bandung) sebagai pembicara. Dalam salah satu sesi seminar tersebut, dilakukan pula serah terima Surat Keputusan (SK) Kepengurusan baru pengurus pusat Fortamas periode 2015-2018. (pwd/ed: isr)
 

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 1510