Pembangunan Science Techno Park Butuh Kebijakan Tepat dari Pemerintah

 
 
(Cibinong Humas LIPI). Komitmen yang serius dari pemerintah diperlukan untuk pembangunan Science Techno Park (STP) ke depan. Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Akmadi Abbas menyatakan selain komitmen serius, pembangunan STP juga memerlukan instrumen regulasi dan kebijakan yang tepat dan terarah di seluruh Indonesia.

Akmadi melihat bahwa pengembangan STP, baik Science Park (SP) maupun Techno Park(TP) di tanah air berjalan cukup lambat. Kita masih dalam proses pembelajaran, tapi harus dapat kita akselerasi. Apalagi pemerintah mencanangkan target pembangunan 100 TP dan 34 SP dalam lima tahun ke depan, ungkapnya dalam acara Lokakarya Nasional: Pematangan Persiapan Pelaksanaan Program Science and Technoogy Park di Auditorium Pusat Inovasi LIPI Cibinong Jawa Barat, Rabu (4/2) lalu.

Wakil Kepala LIPI pun menuturkan Indonesia dalam pengembangan STP perlu mencontoh negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan maupun beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Filipina, serta Malaysia. Dalam kurun waktu sekitar enam tahun, STP di negara-negara tersebut telah menjadi kawasan kondusif untuk pengembangan perusahaan-perusahaan berbasis inovasi teknologi, paparnya.

Dia menyebutkan pula pentingnya kepemimpinan yang kuat sebagai kunci keberhasilan pengembangan STP. Di Tiongkok, misalnya, Grand design pembangunan STP yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi didukung penuh oleh sektor dan kementerian terkait. Sinergi lintas sektor seperti ini harus kita dorong di sini, tukasnya.

Faktor keberhasilan lain yang diungkapkannya adalah peran para profesional. Akmadi mencontohkan bahwa Tiongkok telah merekrut tim konsultan yang profesional dari dalam negeri dan luar negeri. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa investasi yang dialokasikan oleh pemerintah benar-benar akan memberikan imbal hasil yang positif melalui pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan para profesional dalam pembangunan SP dan TP di Indonesia. Tujuannya untuk mengurangi trial and error yang tidak perlu, jelasnya.

Sementara itu terkait penyelenggaraan lokakarya kali ini, Akmadi mengharapkan agar kegiatan yang dihadiri oleh para pemimpin SP dan TP serta pejabat Kementerian dan Lembaga tersebut dapat memberikan informasi dan pengalaman yang berharga untuk pembangunan SP dan TP di masa datang. Acara ini dapat menjadi masukan dalam perencanaan dan pelaksanaan program STP, SP dan TP di LIPI, pungkasnya.

Seperti telah disepakati pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, LIPI mendapat kepercayaan untuk mengembangkan satu SP di Cibinong Science Center (CSC) Bogor, Jawa Barat dan tujuh TP di berbagai daerah (Samosir, Tasikmalaya, Enrekang, Mataram, Banyumulek, Ternate, dan Tual). (y0s/ed: -)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Akmadi Abbas

Diakses : 3288