Pendidikan Vokasi Indonesia Masih Menghadapi Tantangan

 
 
Tangerang Selatan, Humas LIPI. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini menghadapi tantangan khususnya menjelang era industri 4.0. "Sumber Daya Manusia (SDM) SMK masih dianggap belum optimal artinya masih belum bisa bersaing dengan lulusan lainnya dalam mencari pekerjaan. Pemerintah memiliki tantangan untuk memperbaiki kualitas SDM. Konteks pendidikan kita juga masih blm menciptakan anak yang kreatif dan inovatif," ungkap peneliti Pusat Penelitian Kependudukan, Anggi Afriansyah pada Sabtu (3/11) di ICE Serpong.

Anggi menjelaskan, pada 2019 nanti Presiden Joko Widodo  akan fokus pembangunan SDM. "Tantangan SDM yang dihadapi sangat kompleks. Para lulusan SMK dihadapkan tantangan bagaimana  bagaimana setelah keluar dari pendidikan bisa langsung dapat posisi pekerjaan. Bahkan 65 persen anak SD saat ini ketika akan masuk dunia kerja akan menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang tentunya sangat kompetitif," ungkap Anggi.

Anggi menambahkan, tantangan internal di tahun 2030 yakni adanya bonus demografi. "Jumlah penduduk produktif akan lebih banyak di tahun 2030 dan bisa jadi kesempatan bagus kalau mereka siap masuk ke sektor tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu pelatihan tenaga kerja," jelasnya. 

Anggi memaparkan,  saat ini masih ada ketidakcocokan antara lapangan kerja yang tersedia dan SDM yang tersedia. Hal ini membuat SMK masih belum optimal disesuaikan. Tingkat pengangguran yang tinggi 8.92 persen adalah SMK di 2018. Padahal kita membutuhkan skill SMK contohnya bidang Kemaritiman. Saat ini jumlah lulusan kemaritiman baru 17.000 sedangkan kita membutuhkan 3.000.000 tenaga kerja kemaritiman. "Prioritas anak anak saat ini masuk SMA favorit bukan SMK. Bahkan menjadi pilihan terakhir. Hal inilah yang mempengaruhi output yang dihasilkan SMK sehingga pengangguran SMK lebih banyak," pungkasnya (lyr)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Anggi Afriansyah M.Si.
Diakses : 132