Peneliti LIPI: Lamanya proses dialog akibat konflik dan kasus kekerasan di Papua

 
 

Peneliti LIPI yang juga pemerhati persoalan Papua, Muridan Widjojo mengatakan proses untuk menemukan representasi warga Papua yang diakui oleh seluruh kelompok ini akan membutuhkan waktu yang lama.

Karena memang tidak hanya satu dua orang yang diajak bicara tapi ada sejumlah faksi dan tidak hanya di kota tapi juga di hutan dan di luar negeri seperti Vanuatu, Australia, Papua Nugini, Amerika, Belanda dan Inggris, kata Muridan.

Kita berharap dialog ini akan bermartabat dan punya legitimasi dan hasilnya diakui dan dilaksanakan bersama.

Lamanya proses dialog kata Muridan juga diakibatkan oleh konflik dan kasus kekerasan di Papua yang terjadi selama 46 tahun.

Saya perkirakan untuk persiapan pradialog saja akan memakan waktu enam bulan sampai satu tahun.

Apalagi ada langkah kontraproduktif yang dilakukan oleh pemerintah saat proses dialog sedang terjadi seperti aparat yang masih melakukan kekerasan, asrama mahasiswa Papua diintimidasi dan MRP (Majelis Rakyat Papua) dipecah dua. Ini berpotensi mengganggu proses dialog.

Sebelumnya situasi politik Papua memanas setelah aparat keamanan membubarkan Kongres Rakyat Papua III di Jayapura, pertengahan Oktober lalu.

Pemerintah sejauh ini menyatakan akan mengupayakan dialog untuk menyelesaikan masalah di provinsi paling timur itu.

Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang diketuai oleh Bambang Dharmono dan diharapkan bisa mempercepat penyelesaian masalah Papua. [bbc/]

SWATT, 23 November 2011

Sivitas Terkait : Muridan Satrio Widjojo

Diakses : 1408