Peneliti Muda Unjuk Gigi di Ajang PPRI

 
 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar sejumlah kompetisi guna membangkitkan budaya meneliti dan kecintaan pada ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan remaja dan guru.

Sebelumnya, sejumlah 89 karya penelitian telah dipresentasikan pada Senin, 3 Oktober lalu di Widya Graha LIPI, Gatot Subroto, Jakarta tersebut. Dari berbagai karya tersebut, terpilih 36 karya yang terbagi empat kategori sebagai pemenang.

Secara terperinci, sebanyak sembilan pemenang dari kategori lomba karya ilmiah remaja (LKIR), 15 pemenang dari lomba karya ilmiah guru (LKIG), sembilan pemenang dari pemilihan peneliti remaja Indonesia (PPRI), dan tiga orang pemenang National Young Inventor Awards (NYIA).

Kategori PPRI diikuti oleh berbagai peneliti muda yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Nusantara dan terbagi dalam tiga bidang, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), IPA, dan Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT).

Dalam bidang IPSK, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Bahroin Idris Tampubolon dengan karya Eksternalitas Negatif Aktivitas Penambangan Batu Gamping: Perhitungan secara Willingness to Accept di Kabupaten Bogor meraih juara pertama.

Sementara, juara dua diraih oleh Puji Lestari Anugrah dan Irma Gusmayanti dari Universitas Indonesia (UI) dengan judul karya Proyek Pengadaan Pupuk Organik melalui Pengolahan Sampah Pasar Tradisional Cikajang. Posisi tiga, dengan karya Perilaku Sosial Politik Towani Tolotang (Potret Perjuangan Masyarakat Towani Tolotang dalam Mempertahankan Eksistensinya) diraih oleh Hikmawaty Sabar dan Akhmad Affandi dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dari bidang IPA, inovasi alat ukuran besaran fisika yang menggunakan huruf Braille karya Delthawati Isti R, Rina Supriyani, dan Janu Arlinwibowo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menempati peringkat pertama.

Sedangkan pada posisi kedua dihuni Mirza Zaka Pratama dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur dengan karya pencegahan penyakit jantung koroner dengan vaksin bakteri Salmonella typhimurium. Kemudian, karya Adityawarman dan Deviana Ayu Aresma dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan, yaitu Potensi Tanaman Ischaemum barbatum yang Berasosiasi dengan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) sebagai Bioremediator Lahan Kritis sebagai juara ketiga.

Terakhir, pada bidang IPT, terpilih karya Gregorius Rionugroho dan Harum Nissa, mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai juara pertama. Mereka menciptakan karya dengan memanfaatkan minyak goreng bekas dan abu kulit buah kapuk randu (SODA QIE) sebagai bahan pembuatan sabun mandi dengan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, karya Henry Sanaga Prastyo dan Yosephine Yulia Margaretha dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang memanfaatkan limbah cangkang keong sawah sebagai biodiesel meraih juara kedua. Di tempat ketiga dengan karya Perancangan Material Komposit Dinding Ringan Aman Gempa dengan Pemanfaatan Limbah Kayu besutan David Prastyan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih juara tiga.(rhs)

okezone.com, 6 Oktober 2011

Diakses : 868