Penelitian Situs di Gunung Padang Dilanjutkan

 
 
JAKARTA, (PRLM).-Penelitian Situs Megalithicum Gunung Padang di Kab. Cianjur, Jawa Barat terus berlanjut. Tim Penelitian Mandiri Situs Megalithicum Gunung Padang akan mengirimkan beberapa sampel batuan di gunung tersebut ke laboratorium di Miami Amerika Serikat (AS) untuk mengetahui umur situs tersebut.

Sampel tersebut ditemukan oleh tim dalam proses eskavasi beberapa waktu lalu. Paparan riset sementara menyimpulkan bahwa besar kemungkinan Situs Gunung Padang adalah situs prasejarah terbesar di dunia.

Pakar Geoteknik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Danny Hilman mengatakan hasil analisa carbon radiometricdating (preliminary) menunjukan umur lapisan di bawah situs kedalaman 4 meter yaitu 6.700 tahun yang lalu. Sedangkan umur sampel karbon dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter yaitu 13.600 tahun yang lalu.

"Sampel akan dikirim ke Miami untuk meneliti radiocarbon untuk menentukan umur batuan. Jika disebut tertua, tidak bisa juga karena di dunia ada situs Gobekli Tepe, di Turki yang sudah 11.600 SM, " ujarnya dalam Paparan Riset Gunung Padang yang berlangsung di Gedung Krina Bhakti, Sekretariat Negara, Jln. Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (14/8).

Pakar Prasejarah dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar mengatakan proses riset tersebut sebaiknya diteruskan untuk mengungkap keberadaan ruang kosong di dalam bangunan situs.

Menurut dia, hingga saat ini, tim baru mengetahui struktur bangunan hingga kedalaman 15 meter. Sementara, kedalaman bangunan itu diperkirakan 100 meter. "Ini ukurannya lebih besar dari Candi Borobudur. Untuk sementara, kita bisa mengklaim bahwa ini bangunan prasejarah terbesar di dunia, " katanya.

Ali Akbar menambahkan, hasil penelitian sementara dari aspek arkeologis yaitu bahwa situs ini bukan tempat tinggal, melainkan pemujaan utama terhadap kekuatan alam, yaitu roh di Gunung Gede-Pangrango. Pemujaan lainnya terhadap nenek moyang, yaitu roh di Gunung Karuhun.

Sementara itu, pemerintah mendorong kelanjutan penelitian situs megalithicum Gunung Padang di Kab. Cianjur, Jawa Barat. Penelitian-penelitian yang mengungkap peradaban maju di masa lalu membutuhkan telaah geologi yang mengungkap sejarah bencana besar yang diduga berpengaruh terhadap eksistensi peradaban tersebut.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti menyambut baik dan mendorong terbentuknya tim penelitian terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Ia mengaku Kemdikbud telah menerima pengajuan penelitian dari berbagai tim untuk meneliti sejarah candi di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

"Kebesaran peradaban ini harus terus diungkap. Kemdikbud menyambut baik keinginan masyarakat untuk mengungkap misteri peradaban ini selama penelitian itu bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, metode ilmiah, " ujarnya.

Menurut Wiendu, puluhan ribu candi yang ada di berbagai wilayah Nusantara diduga berkaitan erat dengan peradaban bangsa yang hilang akibat bencana-bencana besar mengingat posisi Indonesia yang berada di cincin api bumi.

"Ada lebih dari 65.200 candi, monumen bersejarah, patung, yang semuanya bisa dilihat keterkaitannya secara langsung dengan ring of fire (cincin api) tadi, " ujarnya. (A-156/A-89)
Sumber : Pikiran Rakyat Online (Selasa, 14 Agustus 2012)

Sivitas Terkait : Danny Hilman Natawidjaja

Diakses : 2000