Pengembangan Big Data untuk Riset Kecerdasan Buatan

 
 
Bandung, Humas LIPI. Pemanfaatan kecerdasan buatan  mendorong Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Informatika LIPI mengembangkan riset perangkat-perangkat lunak untuk mengolah data agar nantinya terbangun sebuah sistem yang mampu memudahkan kegiatan manusia.  “Perkembangan teknologi komputasi  diperlukan untuk mengimbangi cepatnya perkembangan teknologi di berbagai bidang,” ujar  Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI, Purwoko Adhi.

Beberapa riset terkait kecerdasan buatan yang dikembangkan LIPI meliputi pengembangan Super Komputer Mahameru, Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO), Deteksi Penyakit Tanaman, Chatbot for Smart Commercial, Aplikasi Pelindung Gambar Digital, serta Social Sensing.
 
Super Komputer “Mahameru” High Performance Computing (HPC), merupakan komputer pengolahan data berkecepatan tinggi dengan kapasitas  core processor 2.864, memori kerja 13.552 GB, serta kapasitas penyimpanan yang mencapai 4 juta GB. “Dengan kapasitas sedemikian besar, Mahameru HPC dapat digunakan untuk randering farm dalam mendukung industri kreatif digital, komputasi sains untuk segala keperluan mulai dari bioinformatika, biodiversitas, hingga ilmu bumi pun dapat difasilitasi dengan baik,” jelas Purwoko.

Penerapan kecerdasan buatan dalam bidang ilmu pengetahuan hayati mampu mempercepat proses deteksi dan identifikasi tumbuhan. “Aplikasi LEAFo atau Aplikasi Identifikasi Fitopatologi Otomatis mampu membantu proses deteksi penyakit tanaman,” ujar Purwoko. LEAFo mampu mengenali 20 jenis penyakit dari 5 jenis tanaman produksi di Indonesia. Aplikasi yang merupakan pengembangan bersama Pusat Penelitian Teh dan Kina dan PT. Riset Perkebunan Nusantara ini memiliki peluang sebagai instrumen handal bagi peningkatan produksi hasil pangan yang sehat di masa mendatang.

Sementara AIKO (Alat Identifikasi Kayu Otomatis) adalah  aplikasi berbasis Android yang dikembangkan bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. AIKO mengidentifikasi kayu hanya dalam hitungan detik. “Batang kayu dapat diidentifikasi dengan mudahnya, hanya dengan mengunggah foto sayatan batang kayu dengan menggunakan AIKO,” ujar peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI, Bambang Sugiarto. 

Fasilitas Super Komputer “Mahameru” juga berperan dalam pengembangan Chatbots for Smart Commercial (ChasCo) yang dapat digunakan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan layanan penjualan online-nya. “ChasCo memungkinkan perusahaan dengan modal terbatas mendapatkan layanan aplikasi chat untuk keperluan customer service, marketing hingga sales dengan aplikasi yang mampu menjawab berbagai pertanyaan dari konsumen,” ujar Purwoko.

Dalam ranah media sosial, Pusat Penelitian Informatika LIPI mengembangkan Digital Watermarking atau Pelindung Data Digital untuk melindungi karya digital dari berbagai tindakan kejahatan digital. Dengan menggunakan aplikasi objek gambar, video atau audio akan ditanamkan digital watermarking yang disusun dengan algoritma khusus. Juga dikembangkan Cognitive Media yang merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk yang untuk mendeteksi sosial media. Sentimen terhadap pelayanan publik, citra perseorangan atau lembaga dapat dipantau dan dianalisis dengan menggunakan aplikasi ini. (nu/ed: fz)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Purwoko Adhi Dipl.Ing.,D.E.A.
Diakses : 1295