Penghargaan : Laksana Tri Handoko, 36 tahun, dan Wilson Walery Wenas, 40 tahun

 
 

Dua peneliti dari UI dan ITB, Laksana Tri Handoko dan Wilson Walery Wenas, Selasa pekan lalu terpilih sebagai pemenang B.J. Habibie Award 2004. Handoko merebut penghargaan untuk kelompok ilmu dasar dan Wilson untuk kelompok ilmu rekayasa. Selain medali dan piagam, masing-masing memperoleh uang US$ 25 ribu (Rp. 227,5 juta).

bagi Wilson, Habibie Award menunjukkan komitmen Habibie pada ilmu pengetahuan. Apalagi, katanya, hadiah US$ 25 ribuadalah yang terbesar di Indonesia untuk bidang penelitian. "Saya sangat bangga dan berharap ada kompetisi sejenis di INdonesia, " kata pria kelahiran Manado ini. Menurut dia, hambatan dana adalah soal terbesar bagi peneliti di Indonesia.

Wilson mengkhususkan peneltian di bidang semikonduktor dan teknologi sel surya. Ia kini meneliti pengembangan industri manufaktur panel sel surya. "Industri ini untuk pembangkit listrik di daerah terpencil yang belum terjangkau PLN, " ujar Direktur Center for Basic Science Education and Development ITB itu.

Adapun rekannya, Handoko, memfokuskan penelitian fisika energi tinggi atau fisika partikel. Selain mengajar di Jurusan Fisika dan Program Pasca Sarjana Fisika UI, sehari-hari ia adalah peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). "Saya tidak menyangka jika pekerjaan saya diapresiasi orang, " kata bapak satu anak yang pernah menjadi peneliti di International Center for Theoretical Physics (ICTP) Italia ini.

Menurut Ketua Panitia seleksi Habibie Award 2004, Wardiman Djojonegoro, tahun ini penghargaan diberikan hanya untuk dua bidang ilmu dari lima kategori bidang ilmu yang dilombakan. "Karena hanya dari dua bidang itu saja yang nominatornya (maksudnya nominee - Red) memenuhi syarat, " katanya.

Sumber : Tempo (6-12 Desember 2004)

Diakses : 1437