Produksi Benih Sapi Unggul di PT. KAR, Bukti Nyata Riset LIPI untuk Komersial

 
 
(Bogor Humas LIPI). Keberhasilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi yang mengembangkan produksi benih sapi unggul menunjukkan bukti nyata bahwa riset yang selama ini dianggap kurang bisa dikomersialisasikan, ternyata keliru.

Riset untuk produksi benih sapi unggul antara LIPI dengan PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR) Jawa Barat ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga riset dengan industri bisa dilakukan asal terjalin kerja sama yang baik.

Hubungan dunia penelitian dengan industri masih tersendat-sendat sehingga muncul anggapan hasil penelitian tak banyak diserap. Namun, keberhasilan kerja sama penelitian pengembangan produksi benih sapi unggul antara LIPI dan PT. KAR bisa membalik anggapan itu, ungkap Kepala LIPI Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain saat mengunjungi dan melihat lebih detil hasil kerja sama pengembangan bibit sapi unggul di PT. KAR Bogor Jawa Barat, Rabu (4/2) lalu.

Dengan keberhasilan tersebut, Iskandar menyebutkan akan memperpanjang kerja sama antara kedua belah pihak yang mencakup aspek-aspek lain terkait inovasi teknologi LIPI. Perpanjangan kerja sama menunjukkan komitmen serius lembaga riset untuk membantu industri dalam kegiatan produksinya.

Iskandar pun berharap ke depan agar kecenderungan industri menggolongkan kegiatan riset sebagai pengeluaran, bukan investasi bisa diubah.

Swasembada Daging

Di lain hal, peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Dr. Syahruddin berharap keberhasilan kerja sama produksi benih sapi unggul antara LIPI dengan PT. KAR bisa berkontribusi bagi swasembada daging nasional. Setiap benih yang dihasilkan diharapkan mampu berkembang menjadi sapi unggul yang menghasilkan daging lebih banyak dan berkualitas.

Contoh sapi unggul tersebut lewat inseminasi buatan sperma pejantan Belgian Blue pada sapi betina lokal Sumba Ongole, katanya.

Dikatakan Syahruddin, sapi hasil silangan inseminasi buatan itu dengan umur delapan bulan saja sudah berbobot 264 kg. Tentu, daging yang dihasilkan sapi ini lebih banyak ketimbang sapi-sapi lokal lain yang berusia sama. Sapi-sapi lokal seperti Sumba Ongole, Bali, dan Madura mampu memiliki bobot yang hampir sama ketika sudah berusia 1,5 tahun, imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT. KAR Karnadi Winaga menambahkan kerja sama antara pihaknya dengan LIPI telah menghasilkan bibit unggul dari sapi lokal yang sudah lulus uji performance Kementerian Pertanian. Setidaknya ada 32 ekor sapi jenis Sumba Ongole dan Bali yang lulus uji tersebut, tambahnya.

Sapi-sapi yang telah lulus uji, lanjutnya, akan dicoba silangkan dengan jenis selain Belgian Blue. Tujuannya untuk memperoleh hasil persilangan yang lebih bagus lagi. Data hasil persilangan ini diberikan pada LIPI untuk diteliti lebih lanjut, tutupnya. (dnh/ed: pwd)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 1830