Reformasi Proses Bisnis LIPI Jadi Titik Awal Pembenahan Manajemen Internal

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Menjadi lembaga penelitian yang mengglobal dan memasyarakat menjadi visi keberadaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini. Visi tersebut diwujudkan dengan menjalankan misi pembenahan manajemen internal, mempercepat peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, serta meningkatkan peran LIPI sebagai penyedia infrastruktur penelitian nasional.” Untuk menjalankan misi pembenahan manajemen internal telah dilakukan reformasi proses bisnis pendukung penelitian sebagai titik awal,” jelas Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko saat melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Pengawas dan Fungsional LIP  pada Kamis (31/1), di Jakarta.
 
Handoko menjelaskan, pembenahan manajemen internal bertujuan untuk mengurangi beban administrasi di peneliti dan aktivitas penelitian secara signifikan sekaligus memotong rantai birokrasi di semua aspek. “Juga untuk efisiensi sumber daya LIPI, baik SDM maupun anggaran,” jelas Handoko.
 
Tahapan Reformasi Bisnis LIPI
Beberapa upaya yang telah dilakukan dalam pembenahan manajemen internal yaitu melakukan reorganisasi tahap I dengan pembenahan organisasi dan tata kelola satuan kerja pendukung penelitian. “Pembenahan ini telah mendapatkan persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan telah diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM pada 8 Januari lalu,” terang Handoko. Dirinya mengharapkan proses ini membuat satuan kerja teknis penelitian akan fokus pada penelitian dan tidak lagi dibebani dengan tugas dan fungsi administrasi, kecuali untuk fungsi keuangan untuk mengelola keuangan satuan kerja.
 
Untuk reorganisasi tahap kedua, jelas Handoko, akan difokuskan pada penajaman tugas dan fungsi satuan kerja eselon III dan IV. “Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki critical mass dan mengurangi biaya rutin yang cukup besar,” paparnya. Sedangkan tahap terakhir adalah penajaman kompetensi di satuan kerja teknis penelitian setingkat eselon II serta peningkatan status beberapa satuan kerja teknis penelitian setingkat eselon III. “ Hal ini sangat penting untuk meningkatkan posisi dan diferensiasi satuan kerja LIPI terkait di bidang yang sesuai dengan kompetensinya agar mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.”
 
Selain itu, upaya lain yang telah dilakukan dalam pembenahan manajemen internal adalah redistribusi tenaga pendukung penelitian sebagai konsekuensi perubahan proses bisnis. “Redistribusi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada serta meningkatkan kinerja pendukung penelitian,” jelas Handoko. Ia juga redistribusi ini akan memberikan kesempatan kepada semua sivitas untuk memiliki beragam karir. “Tenaga pendukung penelitian dapat menapak jenjang karis sampai di posisi manajerial tertinggi LIPI atau memilih posisi yang sesuai dengan preferensinya,” tutup Handoko. (dnh/ed: fza)
 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 429