Science Diplomacy untuk Peningkatan Peran Indonesia dalam Pergaulan Internasional

 
 
(Jakarta, 19 Maret 2012-Humas BKPI LIPI). LIPI memiliki peran strategis dalam rangka mencerdaskan bangsa melalui pengembangan dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Visinya adalah menjadi lembaga ilmu pengetahuan berkelas dunia dengan memperkuat peran Indonesia dalam pergaulan internasional. Dengan visi dan misi tersebut, jelas LIPI mendorong para sivitasnya untuk berkompetisi dalam tataran internasional. LIPI mendorong sivitasnya untuk berkompetisi dalam tataran internasional. Dalam setahun, LIPI mengirimkan sekitar 500 sivitas untuk menghadiri pertemuan ilmiah, seminar, workshop, training serta konferensi internasional di berbagai negara, jelas Sekretaris Utama LIPI Dr. Djusman Sajuti dalam pembukaan Training Workshop: Peran Diplomasi bagi Kemajuan Iptek yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, 19-20 Maret 2012.

Menurut Djusman para peneliti dan sivitas LIPI perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai tentang science diplomacy . Dalam konteks ilmiah, kita perlu mempelajari the art of diplomacy, teknik lobby dan negosiasi dari para narasumber yang telah berpengalaman agar para sivitas LIPI mampu berdiplomasi di forum-forum internasional, ujar Djusman. LIPI sendiri telah lama berkiprah dalam pergaulan internasional dengan dipercaya menjadi focal point dari 4 Program UNESCO yaitu IHP, IOC, MAB dan MOST dan 11 focal point dari organisasi/badan ilmiah internasional seperti: AASSREC, APCTT, IFSSO, APMP, WAITRO, Flora Malesiana, ICSU, PSA, CODATA, SCA, dan ASEAN COST.

Training yang diselenggarakan oleh Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) ini telah menginjak tahun ketiga. Untuk tahun ini narasumbernya adalah Direktur Perjanjian Ekonomi Sosial dan Budaya Kementerian Luar Negeri RI Bebeb AKN Djundjunan, SH,LLM, Duta Besar Agus Tarmidzi dan Duta Besar Wisber Loeis dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI, Prof.Dr.Jan Sopaheluwakan (ICIAR LIPI), Dr. Siti Nuramaliati Prijono (Kepala P2 Biologi LIPI), Dr. Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono, M.Sc (Kepala BKPI LIPI), serta Prof.Dr.Kurnaen Sumadiharga (COREMAP LIPI). Training diikuti oleh 35 peserta dari pejabat eselon II,III, dan IV serta peneliti LIPI.

Djusman mengharapkan agar para peserta training kedepannya dapat meningkatkan kompetensinya sehingga layak untuk diundang ke luar negeri. Hanya 100 orang sivitas LIPI yang dibiayai APBN untuk ke luar negeri, selebihnya adalah hasil dari mekanisme kerjasama luar negeri sehingga penting untuk sivitas LIPI meningkatkan kompetensinya, pungkas Djusman.
Sumber : Humas BKPI-LIPI

Diakses : 1602