Selamatkan Laut Lewat Pemantauan Pencemaran Pesisir yang Intensif

 
 
Kepulauan Seribu, Humas LIPI. Pencemaran perairan pesisir dan dampak negatifnya bagi kehidupan masyarakat sudah amat terasa belakangan ini. Pemantauan intensif terhadap perairan pesisir pun perlu dilakukan guna menyelamatkan kehidupan laut dan lingkungan sekitarnya.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin mengemukakan, pencemaran laut telah berdampak pada kematian massal biota laut dan kerusakan ekosistem di dalamnya. Tak hanya itu, pencemaran juga akan merambah manusia lewat konsumsi ikan yang telah tercemar sehingga menimbulkan efek buruk bagi manusia yang memakannya.
 
Oleh karena itu, Zainal menyambung, pelatihan intensif untuk mengetahui bagaimana kondisi terkini pencemaran lingkungan perairan pesisir sangatlah dibutuhkan. Dan, dirinya pun mengapresiasi kegiatan bertajuk Pelatihan Pemantauan Pencemaran Lingkungan Perairan  Pesisir yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Loka Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Oseanografi (UPT LPKSDMO) LIPI pada 23 – 28 Mei 2016 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. 
 
Zainal berharap, pelatihan itu mampu memberi pemahaman pencemaran laut dari sisi pendataan bakteri pathogen, kimia, dan data Sistem Informasi Geografis (SIG). “Kemudian, kita bisa mempraktikkannya melalui pemantauan pencemaran lingkungan perairan pesisir lewat pengukuran, analisis dan deskripsi kadar pencemaran dengan menggunakan metode yang baik dan benar,” jelasnya.
 
Triyono, Kepala UPT LPKSDMO Pulau Pari LIPI mengimbuhkan, materi yang disampaikan dalam pelatihan pemantauan pencemaran perairain pesisir terdiri dari tiga hal. Pertama, materi terkait data SIG dalam monitoring pencemaran laut. Kedua, pengantar pencemaran laut dari sisi pencemaran laut dan sisi pencemaran kimia. Dan ketiga, praktik langsung pengambilan sampel dan pengukuran data-datanya dalam skala laboratorium.
 
Dia menyebutkan, peserta pelatihan berjumlah 21 orang terpilih dari berbagai instansi pemerintah terkait kelautan dan perikanan di Indonesia. Adapun narasumber pelatihan adalah Sam Wouthuyzen (Pakar Remote Sensing – Peneliti UPT LPKSDMO LIPI), Yeti Darmayati (Pakar Mikrobiologi – Peneliti Pusat Penelitian Osenografi LIPI), dan Suratno (Pakar Kimia Perairan Laut – Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. (UPT LPKSDMO LIPI Pulau Pari, pwd/ed: isr)

Sumber foto: UPT LPKSDMO LIPI Pulau Pari

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat

Sivitas Terkait : Triyono S.P. M.Si.
Diakses : 1822