Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Jamin Produk Indonesia Bersaing di Pasar Global

 
 
Tangerang Selatan, Humas LIPI. Agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di era pasar global saat ini, konsep kemandirian bangsa menjadi sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia. Indonesia harus bisa menjadi pelaku dominan dalam perdagangan bebas.
 
Untuk menjadi pelaku dominan, Indonesia tentu harus mempunyai produk yang berkualitas dan peran sistem mutu dan teknologi pengujian amatlah penting di sini. “Sebab, sistem mutu dan teknologi pengujian menjamin setiap produk Indonesia mampu bersaing di pasar global,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Jasa Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mego Pinandito di kegiatan Annual Meeting on Testing and Quality (AMTeQ) 2017, Selasa (10/10) lalu, di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
 
Mego menjelaskan, agar produk Indonesia dapat bersaing dengan produk impor, salah satu faktor kritis yang harus menjadi perhatian adalah mutu produk dalam negeri. “Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mutu suatu produk berkorelasi erat dengan variabel-variabel yang merepresentasikan ukuran kesuksesan suatu perusahaan, seperti peningkatan pangsa pasar, profitabilitas, dan angka penjualan,” ungkapnya.
 
Kemudian, mutu bahkan telah dikenal sebagai suatu prasyarat bisnis agar dapat tetap bertahan dalam lingkungan yang kompetitif. “Artinya, tanpa menghasilkan produk yang bermutu, sudah hampir dapat dipastikan produk dalam negeri akan terlempar dari persaingan perdagangan bebas nanti,” tekannya.
 
Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI, Agus Fanar Syukri menyambung, agar produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor, pemerintah perlu melakukan penguatan pada aspek suprastruktur dan infrastruktur yang kondusif terkait sistem mutu dan teknologi pengujian. Sebab, sistem mutu dan teknologi pengujian merupakan rantai sistem yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu produk.
 
“Sistem mutu memungkinkan elemen-elemen mendasar sistem produksi dan sistem organisasi berorientasi pada mutu, sedangkan teknologi pengujian memungkinkan mutu produk dapat terukur dan dievaluasi,” kata Fanar.
 
Berkaitan dengan hal ini, Fanar katakan, kebijakan pemerintah terkait dengan penguatan peran sistem mutu dan teknologi pengujian haruslah diformulasikan secara tepat guna dan tepat sasaran. “Untuk mencapai hal tersebut, perlu mendorong para peneliti untuk melakukan riset-riset yang hasilnya dapat berdampak signifikan dan dapat diaplikasikan langsung oleh industri, usaha kecil menengah maupun masyarakat luas serta mampu membantu pemerintah dalam membuat kebijakan terkait dengan penguatan peran sistem mutu dan teknologi pengujian,” paparnya.
 
Lalu, Fanar pun mengaitkannya dengan penyelenggaraan AMTeQ 2017. Diharapkannya, kegiatan ini mampu menghasilkan ide-ide konstruktif untuk membangun riset-riset yang berguna dalam rangka pengembangan knowledge-based society dan meningkatkan daya saing nasional di era global. (dnh/ed: pwd)

 

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Agus Fanar Syukri Ph.D.
Diakses : 1098