Tagih Kontribusi Ilmu Sosial

 
 
KEBAYORAN BARU - Sebagai negara dengan lokasi strategis, Indonesia kerap diuntungkan, Namun, di sisi lain, kondisi itu tidak jarang merugikan. Misalnya, Indonesia menjadi rute illegal logging dan terorisme. Karena tidak ingin terus terjadi, Komisi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (Kipnas) LIPI menggelar focus group discussion (FGD) di Gedung Widya Graha LIPI kemarin (15/9). Ada beberapa narasumber yang dihadirkan dalam FGD Kipnas XI bertema Kontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) untuk Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat tersebut Budayawan Radhar Panca Dahana, misalnya. Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti kurangnya antusias masyarakat untuk mencintai negeri sendiri. Bahasa, misalnya. Menurut dia, itu adalah simbol kebudayaan. Namun, banyak nama lembaga yang menggunakan b. inggris. "Padahal, produk tertinggi budaya adalah bahasa. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan pada diri sendiri rapuh, " terangnya. Arif Hudiniama, anggota DPR periode 2009-2014 yang juga direktur eksekusi Indonesia Center far Sustainable Development (ICSD), mengklasifikasikan persoalan sosial yang dialami Indonesia saat ini. Antara lain, ketimpangan antar wilayah dan antar pendapatan, kurangnya kebutuhan perumahan, serta literasi. Dia menilai ilmu sosial harus kembali menjadi ilmu yang pro tentang masyarakat. Yakni, ilmu yang sesuai dengan landasan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. "Mengutip Bung Hatta, kebahagiaan adalah ketika rumah tempat kediaman memberikan cahaya hidup, kesejahteraan, dan kedamaian itu adalah jiwa yang tenteram lahir batin, lepas dari ancaman kemiskinan, " katanya. R. Siti Zuhro dari Komisi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI menjelaskan, FGD diharapkan bisa menghasilkan rumusan kebijakan tentang ilmu pengetahuan menuju Indonesia sejahtera. Masil FGD Pra-Kipnas itu akan dibawa dalam level yang lebih tinggi. "Dengan begitu, ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan juga bisa lebih berkontribusi untuk bangsa, " ujarnya. (puj/co2/nar)
Sumber : Jawa Pos, 16 September 2015. Hal: 32

Sivitas Terkait : R. Siti Zuhro
Diakses : 1000