Tanpa Iptek, Peternakan Indonesia dalam Bahaya

 
 
(Bogor Humas LIPI). Dalam industri peternakan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mempunyai peran signifikan dalam menghasilkan produk ternak unggul, mulai dari proses di industri hulu seperti produksi sperma bibit ternak unggul sampai ke pengolahan produk peternakan. Praktek peternakan yang tidak dilandasi riset ilmu pengetahuan mendasar akan terus menurunkan populasi dan memperburuk kualitas genetika ternak di Indonesia, ujar Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Akmadi Abbas di Laboratorium Lapangan Pembibitan Sapi Unggul Indonesia, Rumpin, Bogor, Jawa Barat pada (27/3) lalu.

Menurut Akmadi, situasi tersebut pada akhirnya akan membuat Indonesia semakin tergantung kepada pihak asing dalam rangka memenuhi kebutuhan protein hewani bagi rakyat Indonesia.

LIPI sejak tahun 2011 telah menerapkan hasil riset peternakan dalam industri peternakan sapi dengan prinsip ABGC (academic, businessmen, government, dan community), melalui panandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Karya Anugerah Rumpin tentang Pengembangan Produksi Benih Sapi unggul. Kerja sama ini dilanjutkan dengan Kerja Sama Operasional (KSO) pada tahun 2014 untuk memetakan genetik sapi lokal Indonesia.

Akmadi menjelaskan terkait penguatan produksi daging sapi, saat ini telah dilakukan peningkatan sarana laboratorium LIPI serta kerjasama dengan perguruan tinggi dan Balai Inseminasi Buatan di daerah. Ada tiga daerah mencakup Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan, ungkapnya. (sob/ed: fza)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Syahruddin

Diakses : 2434