Teknologi LIPI Diharapkan Beri Kontribusi Ekonomi untuk Desa

 
 
Magelang, Humas LIPI. Pembangunan desa menjadi salah satu agenda Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain pemberian bantuan melalui skema Dana Desa, pemerintah mendorong desa untuk mandiri melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa. “Salah satu contoh keberhasilan mengelola dana desa adalah desa Ponggok, Klaten yang mampu mengelola sumber air sebagai destinasi wisata sehingga bisa memberikan pendapatan untuk desa sampai 10 miliar per bulan,” ujar anggota Komisi VII DPR RI, Harry Poernomo dalam kegiatan Diseminasi Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah pada Jum’at (23/3) lalu.
 



“Kehadiran Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diharapkan bisa memberi kontribusi ekonomi lewat pengenalan teknologi untuk menambah nilai ekonomi durian sebagai produk unggulan di Candimulyo,” lanjut Harry. Ia menjanjikan akan membawa ahli-ahli, termasuk peneliti LIPI, untuk memberi pembinaan teknologi kepada warga desa di kecamatan Candimulyo.

Menurut Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI, Hardi Julendra, pola pembangunan ekonomi saat ini bukan lagi dengan mengandalkan bahan mentah, namun lewat inovasi teknologi untuk memberi nilai tambah produk. “Kami memiliki tugas untuk mengenalkan teknologi sampai ke tingkat akar rumput di seluruh wilayah di Indonesia,” terangnya. Hardi juga menjelaskan, teknologi yang dibawa LIPI akan disesuaikan dengan potensi sumber daya yang ada di setiap daerah.



Dalam kegiatan bertajuk Pemanfaatan dan Penerapan Iptek untuk Daerah  tersebut, LIPI memberikan pelatihan kepada 100 anggota gabungan kelompok tani mengenai pembuatan Pupuk Organik Hayati. “Pupuk ini dibuat dengan mikroba hasil penelitian LIPI yang mampu mengembalikan kesuburan alami tanah sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” terang peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dwi Agustiana. LIPI juga memberikan instalasi pembuatan pupuk berkapasitas 200 liter kepada para petani setempat agar mereka mampu memproduksi sendiri atau dijual sebagai tambahan pendapatan mereka.

Selain itu, LIPI juga memberikan dua ribu bibit tanaman durian dan duku kepada petani. “Agar durian dan duku bisa berproduksi maksimal, perawatan harus dimulai sejak dari penanaman,” jelas peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Winhermanto.



Pemerintah Kabupaten Magelang yang diwakili Cahyo Edi dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Magelang berharap ada kerjasama selanjutnya dengan LIPI. “Kami menyambut baik kehadiran LIPI di Magelang. Juga berharap ada kerjasama dalam bentuk riset bersama dan pembinaan kegiatan penelitian mengingat unsur litbang baru setahun ada di Kabupaten Magelang,” tandasnya. (fza/ed: dig) 

 


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Hardi Julendra S.Pt.,M.Sc.