Tingkatkan Fungsi Konservasi, KR Bali LIPI Tambah Gedung Laboratorium Baru

 
 
(Bali, 7 Maret 2013 Humas LIPI). Fungsi konservasi kebun raya diharapkan lebih meningkat lagi dengan peresmian gedung laboratorium konservasi tumbuhan dan guest house ethnobotani Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Eka Karya Bali LIPI, Rabu (6/3) kemarin, di Bedugul Bali. Prof. Dr. Lukman Hakim, Kepala LIPI mengatakan bahwa fungsi kebun raya sebagai pusat konservasi perlu lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Masyarakat jangan hanya kenal kebun raya sebagai taman-taman biasa seperti yang ada kebanyakan, tandasnya saat memberi sambutan pada acara peresmian tersebut.

Tampak hadir dalam peresmian gedung tersebut, antara lain Dr. Djusman Sajuti (Wakil Kepala LIPI), Dr. Akmadi Abbas (Sekretaris Utama LIPI), Dr. Siti Nuramaliati Prijono (Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati [IPH] LIPI). Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat Eselon II dan III di lingkungan LIPI.

Menurut Lukman, peran kebun raya di Indonesia saat ini lebih penting lagi terutama dalam pendampingan dan pelatihan pembangunan kebun raya daerah di Indonesia. LIPI melalui 4 kebun rayanya telah berperan melaksanakan hal tersebut. Salah satunya melalui KR Bali ini. Dengan penambahan gedung laboratorium baru, saya berharap peneliti lebih efektif dalam penelitiannya sehingga kinerja meningkat serta hasil/produk penelitian langsung kena dan terpublikasi ke masyarakat, paparnya.

Dr. Akmadi Abbas menambahkan, rasa syukur tentu perlu diucapkan dengan terbangunnya gedung baru tersebut. Dana pembangunan gedung itu bukan berasal dari APBN biasa, melainkan APBN Perubahan, sehingga optimalisasi pemanfaatannya benar-benar perlu dilakukan. KR Bali yang membidangi konservasi kawasan timur Indonesia diharapkan mampu berkontribusi lebih karena masih banyak yang perlu dikerjakan. Misalnya, seperti Papua yang memiliki kebun biologi, perlu dibina dan dilatih untuk pengembangannya, jelasnya.

Sementara itu, Deputi IPH LIPI menyoroti tentang ekosistem kritis. Ekosistem itu perlu mendapat perhatian konservasi dan perannya berada di kebun raya, salah satunya KR Bali. Pembangunan laboratorium baru diharapkan juga mampu menunjang penyelamatan ekosistem kritis, tandasnya.

Ir. I Nyoman Lugrayasa, M. Si., Kepala UPT BKT KR Eka Karya Bali menuturkan, gedung laboratorium baru didesain untuk memenuhi kebutuhan peneliti berupa ruangan dan peralatan dalam melakukan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan ilmu-ilmu yang berhubungan. Tujuan pendiriannya adalah meningkatkan kapabilitas, kualitas dan kuantitas penelitian yang berujung pada pengembangan hingga komersialisasi hasil penelitian.

Dikatakannya, ruang laboratorium konservasi tumbuhan dibagi menjadi empat bagian. Bagian tersebut terdiri dari kultur jaringan, bank biji, sistematika tumbuhan dan ekologi, serta botani terapan, pungkasnya. (pwd/pwd)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : I Nyoman Lugrayasa

Diakses : 1996