Walikota Pekalongan Minta Jajarannya Tangkap Peluang dari LIPI

 
 
(Pekalongan Humas LIPI). Walikota Pekalongan, H.M. Basyir Achmad meminta jajarannya untuk menangkap peluang hasil-hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Peluang dari LIPI harus bisa diambil dan dimanfaatkan untuk menjaga keberlanjutan proses inovasi dan kreasi Pekalongan sebagai Kota Kreatif, jelasnya di acara Diseminasi Hasil-hasil Penelitian LIPI yang diadakan di Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (30/7) lalu.

Menurut Basyir, pihaknya kini sedang menggenjot sektor perikanan selain industri batik yang telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2014 yang mencapai angka enam persen. Butuh iptek supaya hasilnya bisa menjadi milik masyarakat, bukan pengusaha, terangnya. Pihaknya sendiri telah mendirikan Kantor Riset, Teknologi dan Inovasi serta menggelontorkan dana riset sebesar tiga persen dari APBD.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto mengungkapkan ada dua prospek kerja sama antara LIPI dengan pemerintah daerah. Pertama adalah iptek untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Sedangkan yang kedua adalah untuk mengembangkan usaha baru berbasis hasil riet untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk lokal, jelasnya.

Dirinya menyatakan daerah adalah kunci peningkatan daya saing Indonesia yang masih rendah. Penguatan potensi daerah akan membentuk industri-industri baru yang nantinya akan mengangkat daya saing produk nasional, jelasnya.

Kegiatan ini sendiri diikuti oleh sekitar 150 perwakilan perangkat pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, mahasiswa dari perguruan tinggi setempat, serta anggota Gabungan Kelompok Tani se-Kota Pekalongan.

Selain melakukan diseminasi, LIPI juga berpartisipasi alam Pameran Inovasi dan Kreatifitas Pembangunan Pekalongan yang diadakan di Kawasan Budaya Jetayu, Kota Pekalongan pada tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus 2015.

Dalam kesempatan tersebut, LIPI menampilkan berbagai produk seperti pewarna batik dari tumbuhan liar, teknologi kultur jaringan untuk singkong dan talas, tepung Mocaf berkaroten tinggi, benih padi gogo unggul, serta produk pangan siap saji seperti gudeg kaleng dan mie jagung. (fza/ed: isr)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Bambang Subiyanto

Diakses : 1093