Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI, Langkah Nyata Hilirisasi Hasil Riset

 
 
Kabupaten Bogor, Humas LIPI. Pemerintah mempunyai salah satu program untuk memajukan iptek dan inovasi melalui pembangunan Taman Sains dan Teknologi atau Science Techno Park (STP). Program ini pun digerakkan lewat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan para stakeholders terkait.
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang merupakan salah satu lembaga riset yang berkoordinasi dengan Kemenristekdikti, mendapatkan tugas untuk melaksanakan pembangunan Taman Sains dan Teknologi tersebut. Perwujudannya adalah pembangunan dan pengembangan Taman Sains dan Teknologi Nasional atau National Science Techno Park di kawasan Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Pembangunan Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI Cibinong merupakan langkah nyata untuk mewujudkan hilirisasi hasil-hasil riset. “Tujuan pembangunannya ada empat, yakni sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi, pusat penumbuhan wirausaha baru di bidang teknologi, pusat layanan teknologi ke masyarakat dan industri, serta pusat pembinaan techno park atau taman tekno skala nasional,” papar Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain saat menerima kunjungan Komisi VII DPR RI ke LIPI dalam rangka kegiatan Science Briefing for Parliament, Selasa (25/4), di Gedung Pusat Inovasi LIPI kawasan CSC-BG.
 
Sekedar diketahui, Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI sendiri dikembangkan sejak 2015 dan merupakan perluasan fungsi-fungsi Pusat Inovasi LIPI yang telah ada sejak 2001. Dalam usia yang relatif masih muda, taman tersebut telah berhasil memfasilitasi pendirian delapan perusahaan start up (perusahaan pemula berbasis teknologi, red), lima lisensi teknologi, 10 teknologi termanfaatkan oleh masyarakat dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), 14 teknologi dalam proses pengembangan, dan lebih dari 250 masyarakat dan UMKM dilatih dalam berbagai aspek pemanfaatan teknologi.
 
Kemudian, luaran utama yang diharapkan dari taman sains dan teknologi tersebut pada periode 2015-2019, antara lain perusahaan start up yang terbina sebanyak 40, lisensi teknologi LIPI kepada industri sejumlah 25, dan produk LIPI termanfaatkan masyarakat dan UMKM sebanyak 66. Tak hanya itu, luaran lainnya adalah 550 orang terlatih dengan teknologi LIPI, 100 lapangan kerja tercipta, serta satu pilot plant produksi pangan.
 
Iskandar mengharapkan pula ke depan, Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI akan menjadi model pengembangan taman sains dan teknologi skala nasional. “Keberadaan STP nasional ini telah menghasilkan dan mendifusikan paket-paket teknologi LIPI kepada industri dan masyarakat,” ujarnya.
 
Selain itu, keberadaan Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI juga telah berperan menyiapkan paket-paket teknologi ke berbagai taman tekno daerah di seluruh Indonesia. Iskandar sendiri yakin bahwa dengan dukungan dan komitmen kebijakan anggaran, maka implementasi taman sains dan teknologi akan membantu meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
 
Dukungan
 
Sementara itu untuk pelaksanaan pembangunan Taman Sains dan Teknologi Nasional LIPI, Komisi VII DPR RI memberikan dukungannya. “Inovasi LIPI ternyata banyak sekali dan kami baru tahu. Itu bisa dikembangkan bagi masyarakat luas melalui STP di sini (Cibinong, red),” ungkap Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR RI.
 
Tidak hanya itu saja, pihaknya juga mendukung hasil-hasil riset LIPI lebih bisa dihilirisasi lagi ke masyarakat luas. “Kami ke LIPI Cibinong untuk melihat langsung dan ternyata hasil riset LIPI perlu didorong lebih kuat agar terasa manfaatnya bagi masyarakat,” sambungnya.
 
Kurtubi, Anggota Komisi VII DPR RI yang juga turut serta ke LIPI bahkan melihat potensi LIPI lebih besar daripada yang terlihat karena hasil risetnya ternyata banyak. Dari sini, dirinya mendukung sekali bila anggaran penelitian LIPI ditambah lebih besar lagi. “Kalau perlu Rp 10 Triliun atau lebih,” selorohnya.
 
Dia katakan, dengan mendukung kegiatan riset baik di LIPI maupun institusi riset lainnya, maka itu berarti mendukung kemajuan Indonesia ke depan. Sebab bila abai terhadap pengembangan iptek, maka negeri ini akan terus menjadi negara yang tidak mandiri. “Makanya sains perlu mendapat dukungan,” tutupnya.
 
Sebagai informasi, sebanyak delapan orang perwakilan Komisi VII DPR RI berkunjung ke LIPI pada kesempatan kali ini. Selain Gus Irawan Pasaribu dan Kurtubi, anggota dewan lainnya yang turut hadir adalah Daryatmo Mardiyanto, Harry Poernomo, Bambang Haryadi, Mat Nasir, Ihwan Datu Adam, dan Bara K Hasibuan.
 
Dalam kunjungannya ke LIPI tersebut, para anggota dewan ini melakukan audiensi dengan Kepala LIPI beserta para jajaran lain dibawahnya. Sebelum audiensi, mereka berkesempatan untuk melihat pameran beragam hasil riset LIPI di lantai 1 Gedung Pusat Inovasi. Sementara selepas audiensi, para anggota dewan itu juga berkesempatan berkeliling ke kawasan CSC-BG. (pwd/ed: isr)

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Nurul Taufiqu Rochman M.Eng.
Diakses : 1890