Tidak Hanya untuk LIPI, Laboratorium BSL-3 Diharapkan Dapat Bermanfaat bagi Masyarakat Luas

 
 
Kabupaten Bogor, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bakal menambah lagi laboratorium baru dan fasilitas pendukungnya pada tahun ini. Hal itu seiring pembangunan laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) dan fasilitas kelengkapannya yang telah dimulai pada awal April 2018.
 
Keberadaan laboratorium ini diharap dapat memberikan jaminan atas kualitas hasil penelitian terkait pangan dan kesehatan di Indonesia. Selain itu, juga dapat memberikan jaminan atas konsistensi hasil penelitian dan pembuatan produk jadi siap komersialisasi, meningkatkan kepercayaan stakeholder, dan memperkecil bahaya yang bisa ditimbulkan produk karena kontaminasi.
 
Bambang Subiyanto, Plt Kepala LIPI mengungkapkan, pemanfaatan laboratorium BSL-3 ke depan tidak hanya untuk LIPI saja, melainkan juga pengguna lainnya seperti perguruan tinggi dan stakeholder terkait. “Kami mendorong kolaborasi dan sinergi penelitian sehingga hasil penelitian bisa termanfaatkan secara luas,” ujarnya kepada rekan media di sela-sela kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium BSL-3 di kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/4/2018).
 
Dia menjelaskan, pembangunan laboratorium BSL-3 menggunakan skema pendanaan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk. Dari SBSN ini, LIPI mendapat dana senilai Rp 120 miliar untuk membangun dua laboratorium, yakni laboratorium BSL-3 dan laboratorium metrologi di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

 
 
Dikatakannya, khusus untuk pembangunan laboratorium BSL-3 ini, LIPI menargetkan selesai pada tahun ini. Laboratorium sendiri akan dibangun dengan standar internasional dan diharapkan ke depan mampu melakukan riset dengan baik hingga hilirisasinya.
 
Manfaat Laboratorium
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, memaparkan bahwa ada berbagai manfaat dari adanya laboratorium BSL-3 ini. Pembangunan laboratorium ini memberi ketersediaan fasilitas bangunan dan peralatan riset yang sesuai dengan kebutuhan pengujian riset pangan. Selain itu, laboratorium tersebut juga memberikan ketersediaan fasilitas produksi skala kecil sesuai standar Good Laboratory Practice (GLP) dan Good Manufacturing Practice (GMP) dan memberi nilai tambah bagi produk hasil riset Indonesia.
 
“Dengan begitu, produk riset pangan kita bisa memiliki daya saing dengan produk sejenis dari negara lain, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Kemudian, produk riset juga akan memenuhi persyaratan mutu dan jaminan tidak menimbulkan risiko berbahaya yang disebabkan karena tidak aman, mutu rendah, atau yang lainnya,” tuturnya.


 
Bambang Sunarko, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menyambung bahwa tujuan jangka pendek adalah untuk memfasilitasi kegiatan penelitian tahap lanjut, pengujian, pembuatan prototipe dan lain-lain yang membutuhkan ruangan bebas-partikel bertekanan negatif BSL-3, baik secara in vitro maupun in vivo yang didukung oleh fasilitas berstandar GLP dan GMP. “Sedangkan, tujuan jangka panjang pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitasnya adalah untuk mendukung pengembangan dan produksi pangan dan obat berbasis bioteknologi di Indonesia,” lanjutnya.
 
Sasaran jangka panjang lainnya dari pembangunan laboratorium BSL-3 adalah dari segi penggunaan fasilitas tersebut secara luas. “Artinya, laboratorium bisa dimanfaatkan secara bersama melalui mekanisme kerja sama dengan LIPI. Ini ditujukan bagi stakeholder yang memerlukan pengujian dan pengembangan produknya agar berkualitas baik,” pungkas Bambang. (pwd,swi/ed: dig)



 

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati