Tingkatkan Kualitas Pangan Lewat Pupuk Organik

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Produk pertanian yang berkualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas bahan pangan masyarakat.  Sayangnya, masih banyak petani menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia berbahaya. “Akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan justru berdampak pada kebalnya hama saat ini. Efek dari pestisida akumulatif awalnya memang membunuh hama tetapi lambat laun bisa merusak lingkungan karena bisa mengeringkan tanah dan bisa ikut dikonsumsi manusia juga,” ungkap peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sarjiya Antonius pada kegiatan Media Briefing  “Pupuk Organik Hayati (POH) LIPI untuk Penyediaan Bahan Pangan Bergizi dan Berkelanjutan” pada Senin (21/5) di Jakarta.



Menurut peneliti yang akrab dipanggil Anton ini, kehidupan petani saat ini sangat tergantung pada pupuk urea yang mengandung berbagai bahan kimia. “Padahal pupuk tersebut hanya 40 persen yang berhasil diserap manfaatnya untuk tumbuhan,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, saat ini LIPI telah berhasil mengembangkan POH berbasis mikroba asli Indonesia. “Pada dasarnya POH mengirimkan sinyal kepada akar tanaman untuk mencari sumber nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman bisa maksimal,” terangnya.



Anton menjelaskan, POH bisa membantu petani untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas dengan biaya yang murah. “Untuk memperoleh satu liter POH cukup mengeluarkan bahan baku seharga maksimal 10 ribu rupiah dan bisa dijual seharga 40 ribu sampai 120 ribu,” jelasnya. Saat ini POH sudah digunakan lebih dari 7 ribu petani di 300 hektar lahan pertanian di 60 wilayah di Indonesia.

Husni Thamrin, petani asal Sukabumi, Jawa Barat menjelaskan, POH bisa digunakan dalam berbagai macam tanaman seperti sawi, bawang merah, cabai dan jenis tanaman lainnya. “Setelah saya pakai keuntungannya banyak karena modalnya murah. Kalau dulu beli pupuk kimia harganya sampai 150 ribu rupiah per botol. Sekarang cukup modal 6 ribu rupiah saja sudah dapat POH,” jelasnya.

Husni menambahkan, saat  ini satu pohon cabai di lahannya bisa memproduksi hingga 1,2 kilogram cabai dengan menggunakan POH. “Saat ini saya tidak menggunakan pupuk kimia, karena dengan POH petani bisa menekan biaya produksi dan jumlah panen bisa meningkat,” tutup Husni. (lyr/ed: fza) 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr.rer.nat Sarjiya Antonius