Dua Hari Terdampar di Perairan Bombana, Akhirnya Paus Itu Mati…

 
 
oleh  di 2 February 2018

Seekor paus sperma (Physeter macrocephalus) atau dikenal dengan paus kotak, terdampar di laut Lantowua, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Dua hari terdampar dan luput dari penanganan berwenang, hewan mamalia inipun mati mengenaskan, Kamis (1/2/18).

Atta, Warga Bombana, di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara, lokasi paus terdampar, mengatakan, warga melihat paus sperma sejak Rabu (31/1/18). Paus malah berenang mendekati pesisir pantai.

“Tapi tidak diapa-apakan itu ikan (paus). Masyarakat juga hanya lihat-lihat,” katanya ditemui di pesisir Pantai Lantowua, Kamis sore.

Barulah, Kamis (1/2/18) warga Desa Lantowua bernama Kaseng, kata Atta, kembali melihat paus sudah dalam terbaring dan tak bisa bergerak. Saat itu air surut. Kedua kali dilihat warga, paus juga masih hidup namun sudah tampak lemah.

“Mau pergi pasang bubu (perangkap kepiting) sekalian cek juga bubu. Saat bersamaan ada itu paus goyang-goyang,” katanya.


Paus mati penuh luka di perairan Bombana. Foto: Kamarudin/ Mongabay Indonesia

Kejadian itu sontak membuat geger warga. Kaseng, kata Atta, mengabarkan kepada warga desa yang kemudian menuju lokasi dan mengabadikan gambar. Warga tak tahu mau berbuat apa, pasalnya kejadian paus terdampar baru pertama kali di desa itu.

Paus itupun menjadi tempat berswafoto masyarakat mulai saat hidup sampai mati. Fenomena ini juga jadi viral di halaman Facebook.

Mongabay menuju lokasi tempat paus terdampar di Bombana. Ke tempat paus terbaring harus ditempuh dengan perahu loangboad.

“Dari tadi pagi ini rame sekali,” kata nelayan yang mengantar kami.

Akhirnya mati

Sejak Kamis pagi hingga sore warga terus berdatangan di lokasi paus terdampar. Mereka mengabadikan gambar dan menaiki punggung paus. Kondisi ini tidak bisa dihindarkan karena masyarakat begitu banyak. Mereka rela membayar kapal hanya untuk dekat dengan paus dan sesi pemotretan.

Atta mengatakan, sudah ada pemerintah dan aparat sempat mengecek paus namun tak juga berbuat banyak. Paus, sempat ditarik pakai kapal nelayan berukuran besar, namun tak membuahkan hasil sampai akhirnya mati.

“Ditarik pakai troli tapi tidak bisa, kan besar sekali. Masih hidup waktu mau ditarik. Mungkin karena lemah sekali akhirnya mati,” katanya.

Syarif, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bombana mengatakan, tak tahu cara penanganan mamalia besar itu kalau terdampar. Ditambah lagi, katanya, air surut sampai terlihat dasar hingga sulit penanganan cepat.

Apa penyebab?

Beragam spekulasi bermunculan sebagai penyebab paus sperma terdampar di pantai itu. Ada yang mengaitkan dengan fenomena gerhana bulan Rabu malam, terjadi pasang surut air laut.

“Kami menduga ini karena gerhana bulan kemarin,” kata Syarif, Jumat pagi saat upaya evakuasi bangkai paus.


Paus terdampar di perairan Bombana dan akhirnya mati. Foto: Kamarudin/ Mongabay Indonesia

Jupri, Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kota Kendari, menduga, paus terdampar karena beberapa hal, pertama, sistem navigasi paus terganggu hingga menyebabkan keluar dari jalur.

“Kemudian pasang surut air laut juga jadi penyebabnya,” katanya.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kota Kendari, lakukan pengukuran. Paus sperma berjenis kelamin jantan, panjang 17,30 meter dan lebar 4.20 meter. Bobot bersih tak bisa dia pastikan.

Peneliti Muda, Dharma Arif Nugroho dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan, kemungkinan paus itu terdampar karena sedang migrasi dan terserang penyakit, kelelahan hingga kehilangan navigasi.

Banyak luka

Dari hasil pengamatan BPSPL, paus sperma banyak luka di bagian kepala, dan punggung ekor. Jupri menduga, bisa saja terkena terkena jaring atau baru terjadi perkelahian.

“Belum bisa kami pastikan. Ini baru dugaan saja.”

Dharma juga bilang, kalau ada luka sobekan besar hingga tembus ke daging, bisa dipastikan paus mengalami peristiwa membahayakan. Namun Dharma tak bisa pastikan kejadian apa.

“Kalau ada aktivitas kapal-kapal besar juga masuk dugaan penyebab, tapi itu tidak begitu kuat jadi dugaannya,” katanya melalui pesan elektronik.

Selain luka-luka kecil, di bagian perut paus ini ada luka potongan diduga dilakukan masyarakat. Bagian moncong mulut paus juga ada irisan besar.

“Sebenarnya itu tidak bisa, kami juga baru lihat maka kami kaget. Ini kan masuk hewan dilindungi,” kata Jupri.

Pada Jumat, paus sudah mengeluarkan bau busuk. Menurut Jupri ada beberapa kemungkinan langkah evakuasi akan dilakukan, pertama, ditenggelamkan dengan ditarik ke laut dalam, kedua, dibakar dan ketiga, dikubur dekat posisi paus terbaring.

Keterangan foto utama: Paus terdampar di perairan Bombana dan akhirnya mati. Foto: Kamarudin/ Mongabay Indonesia


Potongan pada perut paus, diduga dilakukan warga kalau mamalia ini sudah mati. Foto: Kamarudin/ Mongabay Indonesia


Sumber : mongabay.co.id, 2 Februari 2018

Sivitas Terkait : Dharma Arif Nugroho S.Si., M.Si.
Diakses : 161    Dibagikan :