7 Fakta Unik soal Ikan Arapaima Gigas yang Bikin Heboh Warga Sidoarjo

 
 
Penemuan ikan seukuran tinggi orang dewasa di aliran sungai Brantas pada Senin (25/6) menghebohkan sejumlah warga di Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur. Belakangan diketahui ikan tersebut bernama Arapaima gigas. 
Para peneliti iktiologi atau biologi ikan dari Pusat Penelitian Biologi LIPI telah ikut buka suara menanggapi penemuan ikan tersebut. Apa saja fakta menarik mengenai ikan Arapaima gigas berdasarkan penjelasan peneliti LIPI?

1. Pemakan daging
Arapaima gigas merupakan ikan yang cukup berbahaya, terutama untuk ikan asli Indonesia karena ikan tersebut merupakan karnivora atau predator alias hewan pemakan daging yang biasa memangsa hewan lain. Mereka biasa memakan ikan jenis lain, krustasea, katak, burung yang dijumpai di sekitar permukaan perairan.

2. Berasal dari Sungai Amazon
Ikan Arapaima gigas berasal dari daerah aliran sungai (DAS) Amazon, Brasil. Selain itu, ikan ini juga dijumpai di negara-negara lain sepanjang Sungai Amazon lainnya, yaitu Kolombia, Ekuador, Guyana, dan Peru.

3. Ditemukan sejak 1822
Arapaima gigas merupakan ikan air tawar endemik Sungai Amazon yang ditemukan dan dideskripsikan oleh seorang dokter dan naturalis dari Swiss, Prof. Dr. Heinrich Rudolf Schinz. Penemuan ikan ini telah dipublikasikan sejak tahun 1822.

4. Dinamai pirarucu
Oleh masyarakat lokal di sepanjang Sungai Amazon, Arapaima gigas dinamai sebagai pirarucu yang artinya ikan merah. Penamaan ini berdasarkan pancaran kemerahan dari sisik-sisik ke arah ekor dan juga warna kemerahan-oranye dari filet dagingnya. 

5. Panjangnya bisa mencapai 4 meter
Ukuran Arapaima gigas bisa mencapai panjang 3-4 meter dengan berat ratusan kilogram. Fakta ini tentunya membuat ikan tersebut berpotensi menjadi kompetitor untuk ikan asli di Indonesia dalam mendapat makanan maupun ruang hidup.

6. Dilarang masuk ke Indonesia
Peneliti iktiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Renny Kurnia Hadiaty, mengatakan Arapaima gigas adalah ikan yang dilarang masuk ke Indonesia. “Peraturan larangan masuknya ikan Arapaima gigas ke perairan Indonesia telah diterapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2014,” ujar Renny.
Ia menyarankan, “Sebaiknya segera dilakukan sosialisasi pada para pelaku, pengusaha, dan pemelihara ikan hias serta segera diterapkan, (serta) dikenakan sanksi bagi para pelanggar aturan tersebut.” 

7. Disarankan untuk ditangkap dan dimakan
Peneliti iktiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI lainnya, Dr. Haryono menyarankan agar ikan Arapaima gigas segera ditangkap dari perairan Indonesia. “(Sebaiknya) Ikan (Arapaima gigas) segera dikeluarkan dari perairan (Indonesia). Dagingnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar karena di negara asalnya pun daging ikan ini bisa dikonsumsi,” imbaunya.

Sumber : kumparan.com , 29 Juni 2018

Sivitas Terkait : Drs. Haryono M.Si.
Diakses : 46    Dibagikan :