Banyak Tenaga Kerja Asing Ilegal, Ini Kata LIPI

 
 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kajian mengenai banyaknya tenaga kerja asing ilegal di Indonesia.

Setidaknya terdapat empat faktor penyebab banyaknya TKA Ilegal sekarang Ini.

Dua di antaranya yakni kurang optimalnya pengawasan, serta adanya celah peraturan yang memudahkan TKA bekerja di Indonesia.

Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, tim kajian IPSK LIPI pun menyusun beberapa rekomendasi.
 

Pertama, yakni adanya kajian khusus terkait penggunaan TKA dalam proyek investasi (PMA).

BKPM atau lembaga independen yang ditunjuk, melakukan kajian tentang rasionalitas penggunaan TKA berdasarkan jenis dan nilai investasi yang ditanamkan di Indonesia.

"Hal ini diperlukan agar PMA lebih mampu menyerap tenaga kerja lokal dan membatasi penggunaan TKA," ujar Peneliti Pusat penelitian Kependudukan LIPI, Devi Asiati dalam acara Media Briefing “Tenaga Kerja Asing Ilegal di Indonesia: Permasalahan dan Upaya Penyelesaian”, di Kantor LIPI pada Kamis, (13/7/2017).

Selain itu menurut Devi, sebaiknya dilakukan Peninjauan kembali terhadap Kebijakan Bebas Visa Kunjungan terhadap 169 negara dalam Perpres no 21 tahun 2016.
 

Kemenko Polhukam dan Kemenko Ekuin menugaskan lembaga independen untuk melakukan kajian khusus tentang dampak bebas visa terhadap berbagai aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Harus disusun pula beberapa langkah untuk memaksimalakan pengawasan terhadap keberadaan tenaga kerja asing.

Baik itu melalui penambahan SDM di kementerian tenaga kerja untuk melakukan pengawasan hingga ke tingkat kecamatan.


Sumber : tribunnews.com, 13 Juli 2017

Sivitas Terkait : Devi Asiati SE., MS
Diakses : 135    Dibagikan :