Beda Black Panther yang Muncul di Semeru dengan Harimau Jawa

 
 
Jakarta - Penampakan 2 macan tutul Jawa (panthera pardus melas) terekam kamera di hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bikin penasaran. Salah satu macan tutul yang terekam kamera berwarna hitam pekat atau sering disebut macan kumbang.

Macan kumbang dalam bahasa Inggris disebut sebagai black panther. Hewan ini beberapa kali muncul di wilayah Pulau Jawa.
Macan tutul Jawa berbeda dengan harimau Jawa (panthera tigris sondaica). Harimau Jawa sudah dinyatakan punah.

Salah satu perbedaan antara macan tutul Jawa dengan harimau Jawa adalah motif pada kulitnya. Macan tutul Jawa bermotif totol-totol, sedangkan harimau Jawa bermotif loreng.

"Dari jarak yang cukup jauh dan dalam posisi jauh itu macan tutul bisa kelihatan loreng," ujar Peneliti mamalia LIPI, Profesor Gono Semiadi yang pernah berbincang dengan detikcom, Rabu, 13 September 2017.Sebelumnya pada September 2017 seekor kucing besar tertangkap kamera di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Perdebatan pun muncul, ada yang menyatakan itu sebagai harimau Jawa, ada pula yang bilang itu sebagai macan tutul.

"Secara keilmiahan, itu sesuatu yang kita anggap punah itu kan kita menggunakan kriteria setidaknya 50 tahun dari perjumpaan konfirmasi terakhir, tidak pernah lagi terlaporkan, itu kita putuskan punah. Jadi kalau selama 50 tahun dari perjumpaan terakhir tidak pernah dijumpai laporan tentang suatu spesies terutama spesies besar, itu cenderung kemungkinan itu sudah punah," papar Gono.
Dikutip dari situs LIPI, Gono menjelaskan lebih rinci mengenai perbedaan harimau Jawa dengan macan tutul Jawa. Menurut Gono, macan tutul biasa mengibaskan ekornya. Sementara itu harimau tak mengibaskan ekornya karena ukurannya lebih pendek.

Meski belum dinyatakan punah, black panther atau macan kumbang termasuk hewan dilindungi. Masuk 'daftar merah' International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2007 dan masuk dalam Apendiks I Konvensi Perdagangan Internasional untuk Tumbuhan dan Satwa Liar (Convention of Internatioal Trade in Endagered Species/CITES) sehingga dilarang diperjualbelikan.

Keberadaan satwa tersebut juga dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. Tentu saja kemunculan black panther di Semeru kali ini kembali mengklarifikasi kalau spesies itu masih ada.

(bag/fjp)

Sumber : detik.com, 20 Februari 2018

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Gono Semiadi
Diakses : 899    Dibagikan :