Diresmikan, Kebun Raya Liwa Jadi Pelopor di Sumatera

 
 

Setelah lebih dari 10 tahun sejak digagas dan dimulai pembangunannya, Kebun Raya liwa (KRL) Lampung Barat yang lokasinya berada tepat di jantung kota Liwa diresmikan, Selasa (5/12/17).

Kebun raya pertama di Lampung tersebut nantinya selain menjadi daerah tujuan wisata, juga menjadi pusat kegiatan konservasi alam, pusat penelitian, pendidikan, dan jasa lingkungan. 

Peresmian KRL yang menjadi satu-satunya kebun raya di Lampung tersebut dihadiri kepala Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia ( LIPI) Bambang Subagio, Anggota DPR RI Ikhwan Datu Adam, Kurtubi, Kementerian PUPR, pemerintah provinsi Lampung, Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, ketua DPRD Lambar dan unsur forkompinda dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala LIPI Bambang Subagio, mengatakan KRL adalah satu dari 33 kebun raya yang tengah dibangun saat ini, dimana dari jumlah tersebut sebanyak lima kebun raya di Bangun LIPI, 26 di bangun pemerintah daerah dan dua kebun raya di bangun Perguruann tinggi.

"Ini kebun raya pertama di Lampung dan menjadi pelopor peresmian di Sumatera," kata dia dalam sambutannya.

Dalam pembangunan jangka pendek, kata dia, LIPI akan terus mendampingi  pembangunan KRL terutama untuk jenis-jenis tanaman sehingga memenuhi standarisasi kebun raya. Selain itu, pihaknya akan mengirim tim untuk melakukan penelitian di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) untuk mencari jenis tumbuhan dan tanaman endemik yang hanya ada di Lampung Barat.

"Ini akan menjadi warisan anak cucu, supaya walaupun kedepan hutan lindung, TNBBS rusak, masih ada tanaman di dalam kebun raya," kata dia

Sementara itu, untuk pembangunan fisik, lanjutnya, sejauh ini persentasenya baru sekitar 25 persen, dan akan diteruskan hingga 2019 mendatang.

"Untuk fisik baru 25 persen, pembangunannya akan diteruskan oleh kementrian PUPR hingga 2019," ujarnya.

Bupati Lampung Barat, Mukhlis Basri mengucapkan tetimakasih kepada pemerintah pusat dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini memberikan dukungan penuh sehingga pembangunan kebun raya bisa terujud dan diresmikan.

"Kita bersukur, apa yang menjadi tujuan dan dicita-citakan selama ini terujud. Kalau ini betul di teruskan dan pemerintah kedepan berkomitmen, saya yakin apa yang selama ini kita bilang Lampung Barat di ciptakan saat tuhan sedang tersenyum itu akan menjadi kenyataan," ujarnya.

Mukhlis bahkan meyakini jika kedepan kebun raya liwa terkelola dengan baik akan menjadi sumber pedapatan daerah bagi kabupaten.

"Maka pemerintah kedepan harus benar- benar fokus, terutama dalam penggaran pembangunan. Jangan kita minta ke kementerian PU dan LIPI sementara kita tidak menganggarkan, karena pembangunan ini sharing, kita bangun dimana, LIPI apa dan Kementrian PU juga," papar Mukhlis.


Sumber : lampost.co. 4 Desember 2017

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 83    Dibagikan :