LIPI Jaring Peneliti Madya dengan Mekanisme Inpassing

 
 
Jakarta- Untuk mengatasi rendahnya jumlah peneliti pegawai negeri sipil (PNS) yang tersebar di berbagai lembaga pemerintah di seluruh Indonesia diperlukan terobosan dengan menjaring jumlah peneliti yang lebih besar. Apalagi, banyak peneliti madya yang akan memasuki masa pensiun.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melansir Peraturan Kepala LIPI No 5 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Peneliti melalui inpassing (penyesuian).

Wakil Kepala LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, adanya Peraturan Kepala LIPI No 5 Tahun 2017 ditujukan untuk memberi kesempatan kepada mutiara-mutiara terpendam yang memiliki talenta unggul untuk berkontribusi sebagai peneliti di berbagai lembaga pemerintah.

"Regulasi ini diharapkan mampu menambah jumlah peneliti di Indonesia yang masih rendah saat ini," katanya di Jakarta, Rabu (2/8).

Bambang menjelaskan, LIPI memiliki kepedulian yang tinggi atas fakta rendahnya jumlah peneliti PNS di Indonesia. Terlebih dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS terjadi pengurangan signifikan jumlah peneliti di jenjang madya akibat penurunan usia pensiun bagi peneliti madya menjadi 60 tahun dari sebelumnya 65 tahun.

Pengurangan peneliti madya ini yang memasuki masa pensiun diperkirakan 556 orang atau sekitar 20 persen dari total jumlah peneliti madya. Sesuai karakter kepenelitian, peneliti madya merupakan lapisan sumber daya manusia yang paling produktif sebelum mencapai kematangan paripurna di jenjang peneliti utama. Di lain pihak, pemerintah masih memberlakukan moratorium penerimaan PNS baru termasuk untuk peneliti sejak tahun 2015.

"Dulu di litbang kementerian dianggap orang-orang yang ada di situ orang-orang yang kurang dalam karier. Kita ubah mindset bahwa jadi peneliti bisa membanggakan karena ada tunjangan kinerja juga," ucapnya.

Selain membuka peluang jenjang karier menjadi peneliti madya bagi PNS di dalam suatu instansi, program ini juga berupaya menjaring putra-putri atau pelajar Indonesia di luar negeri dan berprestasi untuk mengikuti seleksi dan menjadi peneliti PNS.

Dalam proses penjaringan ini, LIPI akan menguji kompetensi sebagai penyaring utama. Diperkirakan proses penjaringan dan penetapan memakan waktu tiga bulan.

Terkait moratorium PNS untuk peneliti, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Laksana Tri Handoko menyebut untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu upaya bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sedang dilakukan penyusunan regulasi jabatan fungsional peneliti yang baru.

Tujuan regulasi baru itu untuk menyesuaikan dengan standar dan norma penelitian global, serta mereduksi proses administrasi secara signifikan.

"Inpassing ini solusi jangka pendek. Solusi jangka menengah dan panjang harus ada hal menjaring PNS melalui jalur prestasi untuk menggantikan peneliti madya," ungkapnya.
 
Sumber : beritasatu.com, 2 Agustus 2017

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 166    Dibagikan :