LIPI Kerja Sama dengan Jatim Park Group Tentang Data Keterangan di Wisata Edukasi Kurang Lengkap

 
 

SURYAMALANG.COM, BATU - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai data keterangan yang ada di Jatim Park Group Kota Batu, seperti Museum Satwa, Jatim Park 1 dan 2, Museum Tubuh, Predator Fun Park, Museum Angkut, dsb dinilai masih kurang lengkap.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr Witjaksono M.Sc. Ia mengatakan, wahana yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan harus disertai pernyataan yang jelas. Hal itu bisa berupa cerita, atau penjelasan pada papan nama.

Semisal, ada tumbuh-tumbuhan yang memiliki nama ilmiah, maka harus diberi keterangan pada tanaman itu tentang itu apa, bagaimana penyebarannya, asal mana, hingga proses tumbuhnya.

"Fungsinya apa, bagaimana historisnya. Varian cerita itu yang masih belum diterapkan. Nah tujuannya, agar pengunjung yang datang ke sini yang tidak tahu apa-apa, keluar dari tempat wisata jadi ada ilmu yang dibawa. Di depan satwanya nanti ada keterangan yang detail," kata Witjaksono seusai tandatangan kerja sama dengan JTP Grup, di Jatim Park 2 Kota Batu, Selasa (18/4).

Ia menilai bahwa, di Museum Satwa Jatim Park 2, Museum Tubuh, Predator Fun Park, Museum Angkut, merupakan sarana pembelajaran yang pas dan menarik untuk masyarakat. Tak hanya itu, juga untuk pengembangan ilmu karena ada hasil penelitian.

"Tinggal nanti melengkapi koleksi. Terutama koleksi fauna dari Indonesia. Agak sulit memang ini, tapi pasti bisa," imbuhnya.

Di lain hal, Rio Imam Sendjojo, Direktur Utama PT Bunga Wangsa Sejati, Jatim Park Group, menambahkan pihaknya setuju dengan penambahan cerita yang menjelaskan tentang koleksi.

"Selain dengan LIPI, kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di Jatim agar selain jadi wahana wisata juga menjadi wahana pembelajaran," kata dia.


Sumber : tribunnews.com. 20 April 2017

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Witjaksono M.Sc.
Diakses : 211    Dibagikan :