LIPI Latih Petani Kulon Progo Bikin Pupuk Organik Hayati

 
 

TRIBUNJOGJA.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar diseminasi ilmu pengetahuan dan teknologi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kasam, Karangsari, Kecamatan Pengasih, Selasa (19/2/2019).

Dalam acara ini, lembaga tersebut mengenalkan teknologi tepat guna pupuk organik hayati (POH) dan pengawetan hijauan kepada petani setempat.

Kepala LIPI DIY, Hardi Julendra mengatakan bahwa POH bisa dibuat dengan bahan-bahan murah dan mudah didapat maupun dibuat sehingga biaya produksi bisa lebih ditekan.

Antara lain kecambah, gula merah, tebu, bekatul, tepung ikan, tepung jagung telur, agar-agar, air kelapa, dan air mineral, yang dicampur dalam proporsi tertentu.

Pupuk dengan inovasi teknobiologi ini dapat membantu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan hasil panen sekaligus aman bagi manusia dan lingkungannya.

'Saat ini POH sudah beredar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia dan digunakan para petani untuk meningkatkan daya produksi tanamannya. Antara lain di Aceh, Sabang, Kalimantan Utara, hingga Papua,"jelas Hardi.

Pihaknya pada acara itu juga mengenalkan cara mengawetkan hijauan untuk pakan ternak atau dikenal dengan istilah silase.

Dengan teknik fermentasi tertentu, rumput dan bahan hijauan makanan ternak (HMT) lainnya di sekitar bisa awetkan dan bertahan hingga satu tahun. Pakan ternak tersebut mengandung nutrisi tinggi dan tahan lama sehingga bisa menjadi alternatif pakan.



 


Sumber : Tribun

Sivitas Terkait : Hardi Julendra S.Pt.,M.Sc.
Diakses : 1453    Dibagikan :