Longsor Tidak Terjadi Seketika, Kenali Tanda-tanda Ini

 
 
Longsor Tidak Terjadi Seketika, Kenali Tanda-tanda Ini

Petugas BPBD Kabupaten Bogor berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur utama Puncak Bogor, 5 Februari 2018. Empat titik longsor di ruas jalan di Jalan Raya Puncak yaitu di seputaran Masjid Atta'awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri. ANTARA

TEMPO.CO, Bandung - Peristiwa longsor tidak terjadi tiba-tiba. Alam memberikan tanda-tandanya sebelum menjadi bencana. Setidaknya, ada enam pertanda daerah rawan longsor menurut peneliti tanah longsor dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bandung Adrin Tohari.
Munculnya mata air yang makin deras juga menjadi indikator bahaya longsor. "Suara gemuruh dari tebing atau air sungai tiba-tiba menghilang," katanya, Rabu, 7 Februari 2018.
Pertanda longsor lain dari alam adalah air sungai tiba-tiba keruh dan alirannya menjadi deras. Pepohonan atau tiang listrik miring serta tanah dan bebatuan berguguran dari tebing.

Menurut Adrin, daerah tanah gembur yang tidak padat merupakan lokasi rawan longsor. Air hujan yang mudah masuk dan menjadi air tanah selama musim hujan kemudian memberikan tekanan sehingga menyebabkan ketidakstabilan lereng serta longsor.

Ancaman longsor akan tetap tinggi selama musim hujan. Kondisi rawan longsor itu, kata Adrin, perlu disosialisasikan ke masyarakat, terutama yang tinggal di daerah lereng dan aliran sungai, oleh pemerintah daerah agar selalu waspada terhadap ancaman longsor.


Sumber : tempo.co, 8 Februari 2018

Sivitas Terkait : Dr. Adrin Tohari
Diakses : 55    Dibagikan :