Menjadi Humas yang Berwawasan Lingkungan

 
 

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pranata humas merupakan suatu jabatan fungsional yang berada di lingkungan kementerian, lembaga pemerintahan atau pemerintah daerah. 

Keberadaannya di suatu lembaga salah satunya dengan menjadi peliput atau pun membuat laporan atas sebuah kegiatan yang terkait dengan instansi dimana mereka bekerja. Tapi itu semua biasa. 

Ada yang luar biasa dengan apa yang ditekankan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bekerjasama dengan Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Purwodadi.

 

Kedua lembaga ini baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan bersama dalam rangka membina Pranata Humas yang berada di wilayah Jawa Timur. Hal menarik dimaksud adalah para Pranata Humas diajak untuk menulis berbagai kegiatan di pemerintah daerah ataupun lembaga di daerah yang berwawasan lingkungan.  

Pranata Humas dalam segala rutinitasnya memang sebaiknya banyak mempelajari pula isu-isu lingkungan. Sebagai suatu contoh seorang pranata humas di bidang pariwisata atau pemandu wisata sebaiknya juga menyisipkan berbagai informasi pentingnya isu-isu lingkungan agar para wisatawan turut menjaga kelestarian alam. 

Demikian pula, ketika seorang Pranata Humas menulis maka sebaiknya  dia menerapkan jurnalisme berwawasan lingkungan.

Pentingnya  wawasan lingkungan ini menjadi tema menarik sekali. Karena isu lingkungan akan terus menyertai selama manusia hidup. Dalam menulis liputan kegiatan dan pemberitaan sebaiknya Pranata humas menyadari berbagai aspek dalam lingkungan yang multikompleks.

 

Hal ini sebenarnya dapat meningkatkan kualitas liputan maupun tulisan oleh Pranata Humas. Dengan begitu, dapat mendorong pula munculnya kesadaran dari para pembaca untuk melestarikan lingkungan. 

Berita Berwawasan Lingkungan
Berita yang dikaitkan dengan lingkungan akan menjadi nilai tambah bagi media atau penerbit yang mempublikasikannya. Peran media dengan segala bentuknya diharapkan turut memobilisasi tumbuhnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati dan isu lingkungan lainnya.

Ketika keramaian akibat kemacetan liburan atau libur hari raya seperti lebaran, maka sebaiknya disinggung pula mengenai polusi udara dan meningkatnya penumpukkan sampah akibat mudik. 

Dengan demikian sudah barang tentu, dinas terkait akan lebih sigap untuk menjawab berbagai isu tersebut. Berita yang seperti itu akan mengangkat kepedulian masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan hidup. 

Pranata humas di dinas dan lembaga terkait tentunya diharapkan dapat menyosialisasikan berbagai hasil lembaganya untuk menawarkan solusi yang ditawarkan. 

Informasi yang ditawarkan dapat digali dari berbagai hasil riset ataupun teknologi yang telah dikembangkan. 

Dengan demikian, disamping masyarakat akan memahami pentingnya peduli akan lingkungan, juga masyarakat sudah menerima banyak informasi solutif dari berbagai isu lingkungan tersebut.
Pengetahuan dan Pengalaman masyarakat dalam membaca isu-isu lingkungan sebaiknya ditawarkan dalam benruk repon positif. 

Misal dalam isu penambangan, sebaiknya masyarakat tidak hanya dikenalkan tentang reklamasi tambang. Reklamasi tambang sebagaimana informasi yang bisa kita peroleh dari kegiatan di Kebun Raya Purwodadi, misalnya.

 

Ada beberapa kegiatan yang sangat menarik, dimana salah satu lembaga vertikal dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau disingkat LIPI ini memeliki pengalaman dalam bekerjasama dengan perusahaan tambang. 

Kebun raya tidak hanya diikutkan dalam reklamasi. Tetapi sejak awal sudah dilibatkan dalam pendataan dan penyelamatan keanekaragaman sumber daya hayati tumbuhan atau plasma nutfah tumbuhan di daerah pertambangan. 

Karena sebagaimana disampaikan oleh peneliti Kebun Raya Purwodadi, Soejono (2016) pohon yang merupakan kekayaan asli di suatu daerah akan lebih cocok untuk ditanam di daerah tersebut. Baik dari segi pertumbuhan maupun hubungan ekologisnya. 

Pemilihan berbagai tanaman untuk penghijaun kembali sebaiknya didasarkan pada studi berbagai keilmuwan di bidang lingkungan. Dengan demikian isu lingkungan tidak menghasilkan jargon. 

Tetapi keseriusan semua pihak untuk mengambil peran aktif dalam menjaganya. Disinilah pentingnya para Public Relations termasuk Pranata Humas untuk menggugah kepedulian para stakeholder untuk peduli pula akan isu-isu lingkungan. 

Penulisan liputan yang sedikit banyak diorientasikan kepada pemeliharaan lingkungan dan keanekaragaman hayati akan menjadi suatu nilai tambah tersendiri, bagi penulisnya maupun bagi media yang memuatnya. (*)


Sumber : timesindonesia.co.id. 15 Juni 2017

Sivitas Terkait : Sanusi S.Si.
Diakses : 139    Dibagikan :