PERLU MEMPERKUAT IPTEK

 
 
SETIABUDI - Negara-negara ASEAN tengah mempersiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Hal penting yang harus dilakukan dalam menghadapinya adalah memperkuat iptek.

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Iptek LIPI Trina Fizzanty, setiap negara memiliki program awareness terhadap pentingnya iptek. Cara yang dapat dilakukan untuk menimbulkan awareness terhadap pentingnya iptek dimulai dari bidang pendidikan.

Dia menilai orang-orang yang terlibat di bidang pendidikan perlu menjadikan iptek sebagai sesuatu yang menarik dan fun. "Kita perlu mengemas iptek menjadi sesuatu yang menarik," ucap Trina. Jika Indonesia berhasil membuat model pendidikan yang menyenangkan, secara otomatis, generasi muda akan tertarik mempelajari iptek.

Bukan hanya itu, menurut Trina, diperlukan dukungan dari lembaga dengan kemampuan iptek yang tinggi untuk mewadahi potensi mereka. Sebagai salah satu lembaga pendidikan di Indonesia, LIPI turut berkontribusi mengemas sistem pendidikan di Indonesia menjadi sesuatu yang menarik. LIPI berusaha menjembatani siswa-siswa yang memiliki minat terhadap sains dengan para ilmuwan-ilmuwan LIPI. Selain itu, Trina menjelaskan bahwa LIPI memiliki program Science carnp untuk para pelajar.

Trina mengungkapkan, setiap negara di kawasan ASEAN memiliki Science camp yang tak hanya menampung siswa-siswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang iptek, tetapi juga menarik minat generasi muda terhadap iptek. Selain menyelenggarakan Science camp, diperlukan pertukaran pelajar di negara-negara kawasan ASEAN. "Apabila bertemu dengan teman-temannya sesama negara ASEAN, mereka akan termotivasi untuk maju," tuturnya.

Cara lain yang bisa memotivasi pelajar untuk memajukan iptek adalah memberikan award. Aurard juga menjadi satu cara untuk menghargai generasi muda. "Perlu ada award yang diberikan ASEAN kepada generasi muda yang memiliki motivasi kuat dalam mengembangkan sistem iptek," jelasnya. ASEAN juga perlu menjadi agenda penting bagi generasi muda. 'Kita lebih tahu negara-negara jauh di Eropa dan Amerika. Kawasan ini seharusnya menjadi minat utama para siswa Indonesia," jelasnya. (avi/co3/ali)

Sumber : Jawa Pos, edisi 09 Agustus 2017. Hal: 26

Sivitas Terkait : Dr. Trina Fizzanty
Diakses : 112    Dibagikan :